Kawasan Bundaran HI Dipenuhi Pink, Peringati Bulan Kanker Payudara Sedunia

19 Oktober 2025 9:15 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kawasan Bundaran HI Dipenuhi Pink, Peringati Bulan Kanker Payudara Sedunia
Warga berkumpul memperingati bulan kanker payudara sedunia dengan memakai baju pink di kawasan Bundaran HI saat CFD
kumparanNEWS
Warga berbaju pink memperingati Hari Peduli Kanker Payudara di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Warga berbaju pink memperingati Hari Peduli Kanker Payudara di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Sekumpulan orang dengan busana serba pink memadati kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada Car Free Day (CFD) Minggu pagi (19/10). Dari kejauhan, warna itu membentuk lautan lembut di tengah jalanan.
Hari itu, warna pink menjadi simbol solidaritas tanda dukungan bagi para pejuang kanker payudara. Hal itu untuk memperingati Oktober sebagai Bulan Kanker Payudara Sedunia.
Peserta datang dari berbagai komunitas dan lembaga. Beberapa membawa poster yang berisikan dukungan untuk para pejuang kanker payudara.
Mereka berjalan bergerombol, berbaur dengan warga lain yang sedang berolahraga santai. Tak ada batas antara peserta kampanye dan masyarakat umum, semua larut dalam semangat yang sama.
“Iya, memang kalau tanda love warna pink itu sendiri memang lambangnya kanker payudara kan. Jadi memang semuanya mostly pakai warna pink itu untuk men-support campaign hari ini,” ujar Valencia Mieke Randa, founder Rumah Harapan Indonesia saat ditemui di lokasi CFD, Minggu (19/10).
Warga berbaju pink memperingati Hari Peduli Kanker Payudara di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Rumah Harapan Indonesia merupakan salah satu rumah singgah untuk anak-anak pejuang kanker di Indonesia.
Bagi mereka, CFD kali ini bukan sekadar kegiatan jalan santai, tapi juga ajang untuk menyebarkan pesan dukungan bagi para penyintas.
“Banyak yang bukan kanker, tetapi men-support. Karena dengan kita semua hadir, kita pengin ngasih semangat buat para warrior supaya mereka enggak cuma berhenti di-warrior, tapi jadi survivor, gitu,” lanjutnya.
Salah satu pusat layanan kanker, Kaiser Cancer Center (KCC) juga turut meramaikan kegiatan bertajuk ‘Indonesia Goes Pink’ tersebut. Mereka mengusung kampanye “Sadari Sekarang”, yaitu ajakan agar masyarakat lebih peduli terhadap deteksi dini kanker payudara.
“Kita dari KCC sedang ikut campaign namanya ‘Sadari Sekarang’. Jadi apa sih yang sebenarnya kita angkat di breast cancer awareness month ini, di Indonesia itu sebenarnya kasus kanker payudara adalah kasus kanker paling tinggi. Tapi itu tidak dibarengi dengan kesadaran tinggi,” jelas Uti, salah satu yang tergabung dalam KCC.
Anak-anak penyintas kanker dari Rumah Harapan Indonesia di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menurutnya, rendahnya kesadaran menyebabkan banyak kasus baru ditemukan pada stadium lanjut, saat pengobatan menjadi lebih sulit.
“Jadi kita di sini, kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia soal kanker payudara. Karena dengan low awareness itu banyak kasus payudara dideteksi secara lambat di stadium lanjutan,” jelas Uti.
“Sedangkan kita bisa aware lebih dini, kita bisa ditangani lebih cepat dan secara pengobatan lebih gampang. Supaya presentasi yang dideteksi di stadium lanjut itu bisa ditekan,” tambahnya.
Warga berbaju pink memperingati Hari Peduli Kanker Payudara di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Selain berjalan santai, komunitas ini juga mengadakan kegiatan interaktif di area CFD.
“Kalau kita partisipan Indonesia Goes Pink ikut meramaikan aja. Tapi dari kita ada gerakan mengajak orang-orang untuk menceritakan POV (point of view) mereka soal kanker payudara walaupun mereka caregiver, survivor, atau orang baru aware kanker payudara,” katanya.
Uti, anggota Kaiser Cancer Center (KCC) di kawasan CFD Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (19/10/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Tak hanya itu, mereka juga membagikan voucher skrining melalui swab untuk mendeteksi kanker payudara kepada masyarakat yang melintas. Langkah sederhana ini diharapkan bisa meningkatkan kepedulian sekaligus membuka akses deteksi dini bagi lebih banyak perempuan.
“Kita juga membagikan voucher skrining melalui swab supaya mereka bisa lebih aware,” ujarnya.
Seiring matahari meninggi, derap langkah warga masih terus terdengar di jalanan yang ditutup kendaraan. Tak hanya olahraga pagi, CFD kali ini menjadi ruang berbagi semangat dan empati, pengingat bahwa kesadaran bisa dimulai dari langkah kecil.
Trending Now