KBRI KL Kirim Nota Diplomatik soal 5 WNI yang Ditembak di Perairan Malaysia

26 Januari 2025 19:09 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KBRI KL Kirim Nota Diplomatik soal 5 WNI yang Ditembak di Perairan Malaysia
KBRI KL Kirim Nota Diplomatik soal 5 WNI yang Ditembak di Perairan Malaysia
kumparanNEWS
KBRI Kuala Lumpur. Foto: Facebook/@KBRI Kuala Lumpur
zoom-in-whitePerbesar
KBRI Kuala Lumpur. Foto: Facebook/@KBRI Kuala Lumpur
Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur akan mengirim nota diplomatik ke pemerintah Malaysia terkait insiden penembakan lima warga negara Indonesia (WNI) di Perairan Tanjung Rhu, Selangor.
Nota diplomatik merupakan komunikasi resmi dalam bentuk tertulis yang dikirim satu negara kepada negara lain melalui perwakilan diplomatik, seperti kedutaan besar. Nota ini biasanya berisi pernyataan sikap, permintaan klarifikasi, protes, atau permohonan tertentu terkait hubungan bilateral.
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) mengonfirmasi kejadian tersebut pada Minggu (26/1).
โ€œMenanggapi insiden ini, KBRI Kuala Lumpur telah meminta akses kekonsuleran untuk melihat jenazah korban dan menjenguk para WNI yang terluka,โ€ tulis Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Judha Nugraha.
Selain mengajukan akses kekonsuleran, KBRI juga mendorong penyelidikan menyeluruh terkait dugaan penggunaan kekuatan berlebihan (excessive use of force) dalam insiden ini.
Penembakan terjadi pada Jumat (24/1). Menurut Kepolisian Diraja Malaysia (PDRM), Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) menembaki sekelompok WNI yang diduga berusaha keluar dari Malaysia melalui jalur ilegal.
APMM mengeklaim tindakan itu dilakukan karena para WNI melakukan perlawanan. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dan empat lainnya mengalami luka tembak.
Direktur Perlindungan WNI Judha Nugraha di Bandara Soekarno Hatta, Senin (7/10/2024). Foto: Dok. Istimewa
Kementerian P2MI mengecam penembakan tersebut dan mendesak pemerintah Malaysia mengusut kasus ini secara transparan.
โ€œP2MI mendesak pemerintah Malaysia melakukan pengusutan dan mengambil tindakan tegas jika terbukti ada penggunaan kekuatan berlebihan,โ€ ujar Wakil Menteri P2MI, Christina Aryani, di Jakarta.
P2MI juga menyiapkan pendampingan hukum bagi korban serta membantu proses pemulangan jenazah.
โ€œKami terus berkoordinasi untuk memastikan korban yang terluka mendapat perawatan medis dan memberikan dukungan kepada keluarga, termasuk bantuan hukum,โ€ kata Christina.

Identitas Korban Masih Ditelusuri

Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Christina Aryani memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, Jakarta, Minggu (26/1/2025). Foto: Luthfi Humam/kumparan
Christina mengungkapkan, pemerintah masih menelusuri identitas para pekerja migran tersebut. Karena mereka berangkat melalui jalur ilegal, data diri mereka belum tersedia.
โ€œKami tengah mencari tahu asal daerah mereka agar bisa memberikan pendampingan kepada keluarga,โ€ katanya.
P2MI menduga jalur yang dilalui para WNI ini memang sering digunakan pekerja migran ilegal.
โ€œMereka tidak membawa identitas, jadi kami sedang melakukan penelusuran dengan atase polisi untuk mengetahui asal mereka, siapa keluarganya, dan di mana mereka bekerja,โ€ jelas Christina.
Terkait tujuan perjalanan para WNI tersebut, pemerintah masih mengumpulkan informasi lebih lanjut.
โ€œBelum diketahui pasti apakah mereka sedang meninggalkan atau menuju Malaysia,โ€ pungkasnya.
Trending Now