KDM: Membangun Pertumbuhan Tanpa Keadilan Fiskal Sama dengan Omong Kosong
19 November 2025 15:23 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
KDM: Membangun Pertumbuhan Tanpa Keadilan Fiskal Sama dengan Omong Kosong
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut keadilan fiskal penting dalam memajukan pertumbuhan.kumparanNEWS

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyebut keadilan fiskal penting dalam memajukan pertumbuhan.
"Omong kosong membangun pertumbuhan, membangun keadilan, tanpa kita membangun keadilan fiskal," kata gubernur yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi (KDM) itu, di Gedung Sate, Rabu (19/11).
Dedi mengatakan, hingga September 2025, pendapatan daerah Jawa Barat mencapai Rp 170 triliun. Menurutnya, jumlah ini masih sedikit karena perindustrian yang tidak membayar pajak kepada daerah.
Ia pun menginginkan jika ada industri di suatu tempat, maka pajak industri itu harus dibayarkan ke daerah setempat.
"Kenapa sih tidak dibuat kebijakan, kalau ada industri di satu tempat, ya bayar pajaknya di tempat itu dong, bagi hasilnya di tempat itu. Jangan industri di sini bagi hasilnya di tempat lain," ujar Dedi.
"Bagaimana? Di mana letak keadilan fiskal bagi pertumbuhan dan keadilan bagi kehidupan masyarakat? Tidak ada menurut saya," lanjutnya.
Dedi berharap, desa penghasil pajak terbesar, dapat menjadi desa yang makmur. Ia berharap desa itu bisa mendapat bagian dari hasil pajak paling tidak 1 persen.
"Apa sih sulitnya kalau desa itu mendapat bagian dong, misalnya gak usah gede-gede, satu persen," kata Dedi.
Dedi menjelaskan, uang yang diterima desa itu dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah desa.
"Dalam waktu 4 tahun, desa itu akan tumbuh menjadi desa yang makmur dan mandiri," ujarnya.
