β€ŽKDM Siapkan Rp 10 Juta/KK untuk Relokasi Warga Bantaran Sungai Eretan Indramayu

18 Desember 2025 17:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
β€ŽKDM Siapkan Rp 10 Juta/KK untuk Relokasi Warga Bantaran Sungai Eretan Indramayu
Lahan hasil relokasi warga bantaran Sungai Eretan Indramayu itu nantinya akan dipakai membangun tanggul penahan rob.
kumparanNEWS
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berbincang dengan warga penerima bantuan untuk mengontrak rumah selama rumahnya dibongkar karena banjir rob di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (18/12/2025). Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berbincang dengan warga penerima bantuan untuk mengontrak rumah selama rumahnya dibongkar karena banjir rob di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (18/12/2025). Foto: Dok. kumparan
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyiapkan anggaran sebesar Rp 10 juta per kepala keluarga untuk relokasi warga Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, yang tinggal di bantaran sungai.
Kawasan bantaran Sungai Eretan ini akan dibangun tanggul sebagai bagian dari upaya penanganan banjir rob yang selama puluhan tahun menghantui warga Eretan.
β€Žβ€Žβ€œIni sungai sebentar lagi akan dinormalisasi oleh BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai). Nah, sekarang warganya dikasih uang untuk pindah dulu, nilainya Rp 10 juta,” kata Dedi saat ditemui di Kantor Kecamatan Kandanghaur, Indramayu, Kamis (18/12).
β€Žβ€ŽDedi menyebut, banjir rob di wilayah Eretan kian parah. Air tidak hanya datang dari laut, tetapi juga berasal dari luapan sungai yang tak lagi mampu menampung debit air. Kondisi ini membuat kawasan tersebut kerap tergenang dan tidak layak huni.
Pemerintah pusat, lanjut Dedi, telah mengalokasikan anggaran untuk menyelamatkan kawasan Eretan melalui pembangunan tembok laut dan tanggul sungai.
β€Žβ€Žβ€œUntuk bangun tanggul, sungainya harus bersih. Maka warganya memang harus direlokasi lebih dulu,” ujarnya.
Sebanyak 207 kk tercatat akan menerima bantuan uang relokasi sementara tersebut. Bantuan itu diperuntukkan bagi kebutuhan sewa tempat tinggal selama proses pembangunan berlangsung.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi berbincang dengan warga penerima bantuan untuk mengontrak rumah selama rumahnya dibongkar karena banjir rob di Desa Eretan Wetan, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, Kamis (18/12/2025). Foto: Dok. kumparan
β€Žβ€ŽKe depan, Dedi meminta Bupati Indramayu segera menyiapkan lahan untuk pembangunan kampung nelayan sebagai pengganti rumah warga yang terdampak pembongkaran.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat, kata dia, juga akan ikut membantu dalam pembangunan hunian baru tersebut.
β€Žβ€Žβ€œBiar sungainya mengalir, rakyatnya tidak bikin watir. Watir itu menyedihkan. Nanti kita bangun kampung nelayan yang bersih,” ucap Dedi.
β€Žβ€ŽIa pun mengingatkan warga agar menggunakan bantuan Rp 10 juta itu sesuai peruntukannya, yakni untuk kebutuhan pindah dan tempat tinggal sementara, bukan untuk hal-hal konsumtif.
β€Žβ€Žβ€œKalau sekarang tinggal di rumah anak atau saudara yang penting tidak kebanjiran, ya uang Rp 10 juta berarti nasibnya bagus, bisa dipakai buat persiapan bangun rumah,” ujarnya.
Trending Now