Kelompok Bersenjata Culik 28 Umat Islam di Nigeria

23 Desember 2025 11:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kelompok Bersenjata Culik 28 Umat Islam di Nigeria
Kelompok pria bersenjata menyergap sebuah kendaraan yang tengah membawa 28 umat Islam yang sedang dalam perjalanan untuk acara keagamaan di Nigeria.
kumparanNEWS
Anak-anak yang dibebaskan setelah diculik bulan lalu berjalan saat tiba di Kantor Pemerintahan Negara Bagian Niger di Minna, Senin (22/12/2025). Foto: Chenemi Bamaiyi/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Anak-anak yang dibebaskan setelah diculik bulan lalu berjalan saat tiba di Kantor Pemerintahan Negara Bagian Niger di Minna, Senin (22/12/2025). Foto: Chenemi Bamaiyi/AFP
Sekelompok pria bersenjata menyergap sebuah kendaraan di Nigeria tengah yang membawa orang yang sedang berpergian untuk acara keagamaan Islam. Kelompok pria bersenjata itu menculik 28 orang, termasuk perempuan dan anak-anak.
"Pada malam tanggal 21 Desember, kelompok pria bersenjata menculik 28 orang, termasuk perempuan dan anak-anak saat mereka dalam perjalanan ke acara Maulud dekat desa Zak di distrik Bashar di negara bagian Plateau," kata laporan keamanan yang disiapkan untuk PBB, dikutip dari AFP, Selasa (23/12).
Laporan itu mengungkap, kelompok itu sedang dalam perjalanan ke acara peringatan hari lahirnya Nabi Muhammad. Saat itulah kendaraan mereka dicegat oleh kelompok bersenjata.
Ini merupakan rangkaian penculikan terbaru yang terjadi di Nigeria dalam sebulan terakhir. Penculikan ini juga terjadi di hari yang sama saat otoritas membebaskan 130 siswa yang diculik dari sekolah Katolik bulan lalu. Total saat itu ada 250 siswa yang diculik dari sekolah.
Penculikan yang melibatkan ratusan siswa itu mendorong PBB mengeluarkan peringatan peningkatan penculikan massal di Nigeria. Tak hanya siswa, puluhan orang juga diculik saat sedang melaksanakan ibadah di rumah ibadah.
Amerika Serikat menuduh Nigeria melakukan pembunuhan massal terhadap umat Kristen, dan mengancam akan melakukan intervensi militer. Namun, tuduhan itu dibantah oleh pemerintah Nigeria dan analis independen.
Trending Now