Kembang Api Diduga Jadi Penyebab Ledakan Resor Ski di Swiss
3 Januari 2026 18:22 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kembang Api Diduga Jadi Penyebab Ledakan Resor Ski di Swiss
Kembang api atau sparkles diduga jadi pemicu kebakaran mematikan di sebuah bar di Swiss yang menewaskan 40 orang saat perayaan Tahun Baru. kumparanNEWS

Kembang api tangan (sparklers) yang dinyalakan di bawah plafon berlapis busa diduga menjadi pemicu kebakaran mematikan di sebuah bar ski di kota resor Alpen, Swiss yang menewaskan 40 orang saat perayaan Tahun Baru. Hal tersebut disampaikan otoritas Crans-Montana pada Jumat (2/1).
Penyelidik yang mengusut penyebab kebakaran ini memusatkan perhatian pada penggunaan sparklers setelah meninjau rekaman ponsel dan mendengar kesaksian para penyintas. Penerapan standar keselamatan juga dijadikan fokus penyelidikan.
Dalam video yang direkam pengunjung dan sebagian beredar luas di media sosial menunjukkan sparklers ditancapkan di leher botol sampanye dan diangkat dekat ke plafon rendah bar Le Constellation yang berada di bawah tanah. Plafon tersebut dilapisi material busa peredam suara.
Dalam video, diperlihatkan material busa mulai terbakar, tapi pengunjung bar terus menari tanpa menyadari berada dalam jebakan maut. Sebagian besar pengunjung berusia remaja hingga 20-an tahun.
"Semua indikasi menunjukkan bahwa api berasal dari sparklers atau lilin Bengal yang diangkat tinggi mendekati langit-langit," kata Kepala Jaksa Wilayah Wallis, Beatrice Pilloud, dalam konferensi pers, dikutip dari AFP, Sabtu (3/1).
Ketika mereka akhirnya menyadari bahaya yang mengancam, kepanikan pun pecah. Video menunjukkan orang-orang berlarian dan histeris. Para saksi menggambarkan suasana mencekam saat orang-orang mencoba memecahkan jendela, sementara korban dengan luka bakar berhamburan ke jalan.
Sebagian besar dari 119 korban yang selamat berada dalam kondisi kritis, menyebabkan sejumlah rumah sakit di Swiss kewalahan. Puluhan korban kemudian dipindahkan ke negara tetangga untuk mendapatkan perawatan luka bakar khusus.
Jacques Moretti, pemilik bar asal Prancis yang mengelola Le Constellation sejak 2015 bersama istrinya, Jessica, menyebutkan kepada surat kabar Swiss Tribune de Geneve bahwa seluruh aturan keselamatan telah dipatuhi.
Mereka berhasil keluar lokasi ledakan tanpa cedera. Keduanya telah dimintai keterangan sebagai saksi. Namun, jaksa Pilloud mengatakan hingga saat ini belum ada penetapan tanggung jawab hukum.
