Kemendikdasmen Minta Sekolah Jujur Isi Dapodik untuk Percepat Revitalisasi
21 Oktober 2025 15:23 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Kemendikdasmen Minta Sekolah Jujur Isi Dapodik untuk Percepat Revitalisasi
Kemendikdasmen Minta Sekolah Jujur Isi Dapodik untuk Percepat Revitalisasi.kumparanNEWS

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meminta seluruh satuan pendidikan untuk jujur dalam mengisi data pokok pendidikan (Dapodik).
Alasannya, pengisian dapodik secara jujur dapat membantu pemerintah agar program revitalisasi satuan pendidikan bisa efektif dan tepat sasaran.
Direktur Sekolah Dasar Direktorat Jenderal Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, menegaskan bahwa seluruh program pembangunan dan revitalisasi sekolah didasarkan pada data yang diinput melalui Dapodik.
Karena itu, pengisian data yang tidak sesuai kondisi nyata di lapangan akan berdampak langsung pada penentuan prioritas bantuan.
โBasis program revitalisasi adalah Dapodik. Kami mohon sekolah mengisi sesuai kondisi eksisting, jangan dibuat bagus hanya demi akreditasi. Kalau datanya tidak jujur, sekolah yang sebenarnya rusak berat bisa terlewat dari intervensi pemerintah,โ ujar Salim usai meninjau revitalisasi satuan pendidikan di SMPN 1 Telagasari, Karawang pada Selasa (21/10).
Salim menambahkan, kementerian tidak mungkin memantau satu per satu dari lebih dari 300 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Karena itu, Dapodik menjadi alat utama pemetaan kondisi satuan pendidikan.
โKami temukan beberapa sekolah yang viral karena ambruk, padahal di Dapodik tercatat baik-baik saja. Ini karena pengisian tidak sesuai fakta. Jadi kami terus mengingatkan, isi Dapodik dengan jujur,โ tegasnya.
SMPN 1 Telagasari, Karawang sendiri menjadi salah satu sekolah penerima manfaat program revitalisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.
Sekolah ini menerima empat paket kegiatan revitalisasi senilai Rp 2,723 miliar, mencakup rehabilitasi enam ruang kelas, rehabilitasi dua ruang laboratorium multimedia dan IPA, pembangunan ruang kelas baru, serta pembangunan empat paket toilet dengan total 28 pintu.
Siswa senang punya ruang kelas baru
Kepala SMPN 1 Telagasari, Uus Sugiana, mengaku sangat bersyukur atas bantuan tersebut dan berkomitmen untuk terus memperbarui data sekolah dengan jujur.
โKami belajar dari arahan pemerintah. Data yang benar memang penting, karena dari situlah program seperti ini bisa tepat sasaran. Sekarang anak-anak senang sekali, ruang kelasnya diperbaiki dan jadi lebih nyaman untuk belajar,โ ujarnya.
Salah satu siswa, Kevin Zauharrafi, menuturkan rasa gembiranya melihat perubahan di sekolahnya.
โSekarang sekolah jadi lebih bagus. Saya jadi semangat belajar dan betah di sekolah,โ katanya.
Selain meningkatkan mutu pendidikan, program revitalisasi juga berdampak ekonomi bagi warga sekitar. Warga Telagasari, Encay, yang turut bekerja dalam proyek ini, mengaku bersyukur bisa ikut terlibat.
โTerima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo. Saya bisa bekerja untuk menafkahi keluarga, apalagi anak saya sekolah di sini juga,โ ungkapnya.
Sejauh ini, program Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2025 menyasar 14.071 sekolah di berbagai jenjang mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA dengan total anggaran Rp 12,12 triliun.
Khusus di Kabupaten Karawang, program ini menyasar 46 satuan pendidikan. Itu terdiri dari 6 PAUD, 25 SD, 13 SMP dan 2 SMA.
