Kemendikti Akan Putuskan UN Sebagai Syarat Masuk Perguruan Tinggi di 2026
23 Januari 2025 23:22 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kemendikti Akan Putuskan UN Sebagai Syarat Masuk Perguruan Tinggi di 2026
Kemendikti Akan Putuskan UN Sebagai Syarat Masuk Perguruan Tinggi di 2026kumparanNEWS

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) angkat bicara terkait wacana ujian nasional (UN) sebagai syarat masuk perguruan tinggi.
Sekjen Kemendiktisaintek Togar M. Simatupang mengatakan, wacana tersebut baru bisa terealisasi pada tahun 2026. Sebab perubahan kebijakan dalam waktu singkat bisa berdampak pada psikologi peserta didik.
βIya, itu masih juga wacana karena untuk tahun 2025, kita sudah masuk ya, menggunakan skema-skema uji berdasarkan prestasi, ujian tertulis, ada mandiri, itu mungkin bisa terjadi untuk tahun 2026,β ujar Togar kepada wartawan, di Nusantara I, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1).
βNah, yang sudah berjalan, 2025, kita enggak mungkinlah mengubah itu dalam waktu yang terlalu singkat, nanti mendadak, dan itu memberikan goncangan ya, psikologis kepada peserta didik,β sambungnya.
Sebelumnya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Muβti menyebutkan UN akan kembali digelar pada 2025. Meskipun begitu, kata βujianβ bakal dihapus dalam UN.
βHidup kita ini sudah penuh ujian ya, tapi nanti mungkin ini tak bocori sedikit saja, nanti tidak akan ada kata-kata ujian lagi. Kata-kata ujian tidak ada. Nah, kata penggantinya apa? Nanti tunggu sampai terbit," tutur Mu'ti di Gedung A Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Senin (20/1).
Terkait sistem UN akan diumumkan setelah kebijakan PPDB ditetapkan. Ia berharap sebelum Idul Fitri hal itu sudah ada kepastian.
"Jadi nanti (UN) akan kami sampaikan setelah peraturan tentang PPDB nanti keluar. Karena itu mudah-mudahan tidak perlu menunggu sampai Idul Fitri. Karena kajian sudah selesai. Sistem sudah kami siapkan. Tinggal menunggu waktu saja," ujarnya.
Namun, yang pastinya UN Tahun 2025 baru akan diberlakukan pada jenjang pendidikan SMA/SMK/SMA. Sementara SD akan diterapkan pada tahun ajaran 2026.
