Kemendikti Saintek: Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera Bebas UKT 1-2 Semester
8 Desember 2025 12:29 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kemendikti Saintek: Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera Bebas UKT 1-2 Semester
Kemendikti Saintek menyiapkan langkah antisipatif untuk pemulihan para mahasiswa-dosen usai bencaan Sumatera.kumparanNEWS

Sejumlah bantuan sudah mulai disalurkan kepada mahasiswa dan dosen yang terdampak bencana Sumatera. Mulai dari bantuan biaya hidup hingga sembako.
Selain itu, berbagai program pemulihan juga sudah disusun. Salah satunya, dengan memberikan mahasiswa gratis Uang Kuliah Tunggal (UKT) hingga 2 semester.
"Pemberian pembebasan UKT 1 sampai 2 semester bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak," kata Direktur Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains Teknologi (Kemendiktisaintek) Fauzan Adziman dalam Komisi X DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/12).
Fauzan mengatakan, sedikitnya ada 7 tahap pemulihan yang sudah disiapkan Kemendikti Saintek. Berikut 7 poin pemulihan bagi mahasiswa dan dosen usai bencana:
1. Pengadaan dapur umum di berbagai kampus terdampak di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, terutama bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak.
2. Pengaturan UAS yang fleksibel bagi berbagai kampus atau mahasiswa berasal dari keluarga terdampak.
3. Pemberian pembebasan UKT 1โ2 semester bagi mahasiswa terdampak atau berasal dari keluarga terdampak.
4. Penggalangan bantuan berbagai kebutuhan mendesak yang dikirim melalui berbagai kampus di area terdampak seperti: makanan, pakaian, penjernih air bersih, pengiriman nakes, dll.
5. Pembentukan tim Psikososial bagi dosen, mahasiswa dan masyarakat yang terdampak. Bekerja sama dengan tim psikolog, BEM dan tenaga terlatih lainnya.
6. Bantuan fasilitas untuk pembelajaran, pemulihan proses pembelajaran normal.
7. Pemulihan infrastruktur pembelajaran dan sosial melalui PKM berdampak.
Sebelum itu, Kemendikti Saintek juga sudah menyiapkan bantuan biaya hidup bagi mahasiswa dan dosen. Jumlah dan durasi mendapatkan bantuan juga berbeda.
"Bantuannya biaya hidup sebesar Rp 1.250.000 per bulan atau Rp 3.750.000 untuk 3 bulan. Total anggaran yang disediakan adalah Rp 59,375 miliar untuk 15.833 mahasiswa," kata Fauzan.
Sementara, ada 554 dosen yang sudah terdata dan terdampak bencana. Mereka akan mendapatkan bantuan Rp 4,5 juta per bulan atau Rp 9 juta untuk 2 bulan. Total anggaran Rp 4.986.000.000.
