Kemenkes Bakal Tegur RS di Cempaka Putih yang Tolak Warga Baduy Tak Ber-KTP
6 November 2025 12:59 WIB
ยท
waktu baca 2 menitDiperbarui 17 November 2025 14:30 WIB

Kemenkes Bakal Tegur RS di Cempaka Putih yang Tolak Warga Baduy Tak Ber-KTP
Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bakal menegur rumah sakit di kawasan Cempaka Putih. Sebab, mereka disebut tak melayani warga Baduy Dalam, Repan, yang dibegal.kumparanNEWS

Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono Harbuwono, menegaskan bakal menegur rumah sakit di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Sebab, mereka disebut tak melayani warga Baduy Dalam, Repan, yang terluka usai dibegal kawanan bandit.
Repan tak dilayani dengan baik karena tak memiliki KTP. Usianya di bawah 16 tahun.
"Nanti berikut-berikutnya supaya ini tidak terulang lagi, akan kita berikan teguran kepada rumah sakit sebelumnya," kata Dante menjawab pertanyaan jurnalis di Panti sosial Tresna Werdha Budi Mulia 3, Jakarta Selatan, pada Kamis (6/12).
"Nanti akan kita perbaiki. Dan nanti akan kita telusuri, ya. Nanti akan kita telusuri supaya dia akan mendapatkan pengobatan yang benar," lanjut dia.
Namun demikian, Dante menambahkan, yang paling penting sekarang adalah menangani Repan terlebih dahulu agar tangan kirinya yang terluka dapat segera diobati dan membaik kondisinya.
"Yang paling penting adalah subjeknya. Subjeknya kita tangani dulu dengan baik," ucap dia.
Dante menegaskan tiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk dapat memperoleh layanan kesehatan. Menurut dia, pemberian layanan kesehatan tak melulu mesti mempunyai NIK atau catatan kependudukan. Maka dari itu, dia berjanji bakal memperbaiki sistem pemberian layanan kesehatan.
"Sebenarnya ya, hak kesehatan itu hak semua masyarakat di Indonesia, baik yang tanpa dengan NIK maupun dengan NIK, ini soal administrasinya," kata dia.
Sebelumnya diberitakan, Repan dibegal oleh kawanan bandit di kawasan Cempaka Putih. Akibat dibegal, Repan kehilangan 10 botol madu, ponsel, dan uang tunai senilai Rp 3 juta. Kini, polisi masih menyelidiki kasus itu dan sudah memeriksa CCTV setempat.
Karena ditolak berobat di sebuah fasilitas medis, Repan akhirnya berjalan kaki cukup jauh ke kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, mencari Nello, orang yang dikenalnya.
