Kemensos dan Perpusnas Bangun Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat

4 November 2025 15:21 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kemensos dan Perpusnas Bangun Perpustakaan Modern di Sekolah Rakyat
Kemensos bekerja sama dengan Perpusnas akan menghadirkan perpustakaan modern dan lengkap di Sekolah Rakyat.
kumparanNEWS
Mensos Yusuf (Gus Ipul) menggelar audiensi dengan Kepala Perpusnas Aminuddin Aziz di Kantor Kemensos, Selasa (4/11/2025). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Mensos Yusuf (Gus Ipul) menggelar audiensi dengan Kepala Perpusnas Aminuddin Aziz di Kantor Kemensos, Selasa (4/11/2025). Foto: Dok. Istimewa
Kemensos bekerja sama dengan Perpusnas akan menghadirkan perpustakaan modern dan lengkap di Sekolah Rakyat.
Dalam audiensi dengan Kepala Perpusnas Aminuddin Aziz, Mensos Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pentingnya menghadirkan perpustakaan modern yang menjadi pusat kegiatan belajar dan pemberdayaan di lingkungan Sekolah Rakyat, salah satu program strategis nasional (PSN) yang diinisiasi Presiden.
β€œSaya membayangkan Sekolah Rakyat nanti bukan hanya memiliki bangunan permanen yang layak, tapi juga perpustakaan yang istimewa, modern, dan bisa menjadi tempat studi banding bagi sekolah lain. Karena perpustakaan yang keren itu bisa menghidupkan semangat belajar anak-anak,” ujar Gus Ipul, Selasa (4/11/2025).
Ia menambahkan, desain dan pengelolaan perpustakaan di Sekolah Rakyat akan dipercayakan langsung kepada Perpustakaan Nasional RI agar sejak awal memenuhi standar, fungsi, dan tujuan pemberdayaan sosial.
β€œSaya serahkan sepenuhnya ke Perpusnas untuk merancang. Karena ini program strategis nasional, jadi harus kita percayakan pada ahlinya,” lanjutnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas Aminuddin Aziz, menyambut baik sinergi tersebut dan menegaskan komitmen Perpusnas untuk mendukung upaya penguatan literasi inklusif sebagai bagian dari pembangunan manusia Indonesia.
β€œSaya tentu sangat berbahagia dengan kabar tentang hubungan yang sudah lama terjalin antara Kemensos dan Perpusnas, jauh sebelum adanya program Sekolah Rakyat. Karena di dalamnya ada kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui membaca,” ujar Aminuddin.
Mensos Yusuf (Gus Ipul) menggelar audiensi dengan Kepala Perpusnas Aminuddin Aziz di Kantor Kemensos, Selasa (4/11/2025). Foto: Dok. Istimewa
Ia menjelaskan Perpusnas selama ini telah mengembangkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang memberdayakan masyarakat melalui kegiatan literasi dan pasca membaca. Program ini telah berjalan selama delapan tahun dan menjadi salah satu best practice di tingkat internasional.
Sebagai bagian dari kolaborasi strategis ini, Perpusnas menyalurkan Program Bantuan Sarana Perpustakaan Sekolah Rakyat, yang mendukung dua dari tiga program prioritas Perpusnas. Yakni penguatan budaya dan kecakapan literasi, serta standardisasi, serta akreditasi perpustakaan.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kecakapan literasi siswa dari keluarga miskin (Desil 1–2 DTSEN) melalui layanan perpustakaan yang berinklusi sosial, membantu perpustakaan Sekolah Rakyat memenuhi Standar Nasional Perpustakaan (SNP), terutama dalam penyediaan sarana berupa rak dan buku sesuai standar.
Perpustakaan Nasional saat ini membantu 150 Sekolah Rakyat / 224 jenjang perpustakaan sekolah, dengan rincian bantuan sebagai berikut:
β€œUntuk tahap awal kami ingin memastikan bahwa bantuan ini bukan hanya berupa fisik buku atau rak, tetapi menghidupkan semangat membaca dan kebersamaan. Literasi harus menjadi gerakan sosial yang menumbuhkan rasa ingin tahu dan semangat belajar sepanjang hayat,” ujar Aminuddin.
Guna memastikan ketepatan intervensi, Perpusnas juga melakukan survei awal terhadap kondisi perpustakaan di Sekolah Rakyat. Dari 150 Sekolah Rakyat, sebanyak 96 sekolah telah mengisi survei dengan hasil sebagai berikut:
Mensos Yusuf (Gus Ipul) menggelar audiensi dengan Kepala Perpusnas Aminuddin Aziz di Kantor Kemensos, Selasa (4/11/2025). Foto: Dok. Istimewa
Temuan ini menjadi dasar penting dalam penyusunan model bantuan yang berkelanjutan. Juga memperkuat pendekatan pendampingan agar setiap Sekolah Rakyat tidak hanya memiliki fasilitas baca, tetapi juga mampu mengelolanya secara mandiri dan produktif.
Bantuan untuk Sekolah Rakyat akan didorong menjadi inklusif, terhubung dengan Perpustakaan Desa dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di wilayah sekitar.
Pendekatan ini memastikan bahwa intervensi literasi tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga menghidupkan ekosistem sosial di sekitarnya.
Dengan cara ini, kegiatan literasi di Sekolah Rakyat diharapkan dapat mendorong partisipasi masyarakat, memperluas akses pengetahuan, serta memperkuat budaya belajar sepanjang hayat.
β€œYang penting bukan hanya bangunan dan fasilitas, tetapi kegiatan di dalamnya. Karena literasi adalah gerakan sosial yang menggerakkan partisipasi dan pemberdayaan masyarakat,” tegas Aminuddin.
Trending Now