Kemensos-Kemendikti Saintek Siapkan Jalur Pembinaan PT bagi Siswa Sekolah Rakyat
2 Desember 2025 13:57 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kemensos-Kemendikti Saintek Siapkan Jalur Pembinaan PT bagi Siswa Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik dari Sabang hingga Merauke melibatkan lebih dari 15.000 siswa, hampir 3.000 guru, serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan. kumparanNEWS

Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk memperkuat pembinaan bagi siswa Sekolah Rakyat (SR) dalam melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
Penandatanganan ini dilakukan di gedung Kementerian Sosial (Kemensos), Jakarta Pusat, Selasa (2/12).
Dalam sambutannya, Gus Ipul menegaskan hal ini menjadi langkah penting dalam hilirisasi pendidikan Sekolah Rakyat.
“Ini adalah bagian dari hilirisasi yang kami harapkan nanti lulusan-lulusan SR bisa mendapatkan tempat atau bisa meneruskan pembelajarannya di Perguruan Tinggi sesuai minat dan bakatnya,” ujarnya.
Ia memaparkan, hingga saat ini Sekolah Rakyat telah berjalan di 166 titik dari Sabang hingga Merauke melibatkan lebih dari 15.000 siswa, hampir 3.000 guru, serta lebih dari 4.000 tenaga kependidikan.
“Sementara tahun ini, akan dibangun lebih dari 100 gedung sekolah permanen yang menampung lebih dari 1.000 siswa tingkat SD, SMP, dan SMA,” katanya.
Ia juga menjelaskan, sekitar 6.000 siswa tingkat SMA saat ini tengah dipetakan minat dan bakatnya melalui tes DNA Talent, sebagai dasar perencanaan pembinaan lanjutan.
“Nah kami tadi simulasi dari 6 ribu lebih, 37 persen mereka STEM, 39 persen sosial. Kalau 60 persen, kira-kira ada 4 ribu yang ingin melanjutkan ke perguruan tinggi,” ucap dia.
Kampus Membina Sekolah Rakyat
Mendikti Saintek Brian Yuliarto menegaskan dukungan penuh perguruan tinggi terhadap Sekolah Rakyat. Ia menjelaskan bahwa Kementerian Dikti Saintek memiliki lebih dari 4.000 kampus, hampir 10 juta mahasiswa, dan 300.000 dosen yang akan disinergikan untuk pembinaan siswa.
Salah satu skema yang disiapkan adalah pemasangan satu kampus dengan satu atau dua Sekolah Rakyat untuk pendampingan.
“Mahasiswa dan dosen bisa secara teratur mendatangi SR untuk melakukan pembinaan, motivasi, dan kelompok belajar yang menyiapkan para calon lulusan, terutama mereka yang ingin nantinya melanjutkan ke pendidikan tinggi akademik, maupun vokasi,” kata dia.
Selain membina siswa, perguruan tinggi juga akan membantu pengayaan guru Sekolah Rakyat, termasuk memperbarui wawasan dan tren.
“Harapannya Sekolah Rakyat bisa sejajar dengan sekolah-sekolah baik lainnya, bahkan sekolah unggul, karena ada pendampingan perguruan tinggi terdekat,” ujarnya.
Afirmasi dan Beasiswa Kuliah
Brian juga menegaskan bahwa siswa Sekolah Rakyat tetap harus memenuhi standar masuk perguruan tinggi. Namun, mereka akan dipersiapkan melalui pendampingan.
“Kami ingin memastikan kalau nanti siswa ini diterima, dia sampai lulus. Kami juga tidak ingin memaksakan ya, sekolah ini. Justru yang akan kami lakukan adalah pendampingan supaya tidak salah memilih jurusan sesuai keinginan mereka,” ungkapnya.
Ia menyebut, calon mahasiswa dari Sekolah Rakyat akan diprioritaskan dalam beasiswa KIP-K.
“Afirmasi lainnya adalah beasiswa. Tadi kami sudah bicarakan juga, tentu karena adik-adik ini berasal dari Desil 1 dan 2, itu yang juga memenuhi standar untuk diberikan beasiswa KIP-K (Kartu Indonesia Pintar Kuliah). Sehingga mereka dapat dipastikan akan menerima beasiswa itu,” pungkasnya.
