Kemensos Peringati Hari Disabilitas Internasional: Fashion Show-Karya Difabel
3 Desember 2025 16:08 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Kemensos Peringati Hari Disabilitas Internasional: Fashion Show-Karya Difabel
Hari Disabilitas Internasional jadi ajang bagi para penyandang disabilitas untuk menampilkan karya terbaik mereka.kumparanNEWS

Kementerian Sosial menggelar peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 dengan rangkaian acara inklusif pada Rabu (3/12).
Penasihat I Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemensos RI, Fatma Saifullah Yusuf dan Pembina Seruni Kabinet Merah Putih yang juga istri Wapres, Selvi Ananda, hadir dalam acara ini.
βIni adalah rumah dari banyak cerita tentang kebersamaan, tentang kolaborasi yang tidak pernah memandang batas, uluran tangan, syarat keikhlasan, dan donasi penuh ketulusan,β kata Fatma di fX Sudirman, Jakarta, Rabu (3/12).
Fatma mengatakan, para penyandang disabilitas tetap bisa berkarya. Mereka bisa menampilkan berbagai karya dalam ajang Diffabel Craft.
βKami ingin karya-karya indah dari teman-teman kita dihargai, diberi pasar, diberi kesempatan, dan masa depan,β ungkap dia.
Sementara itu, Istri Wapres, Selvi Ananda memberikan pesan semangat kepada anak disabilitas dan pendamping yang hadir. Selvi menegaskan bahwa setiap anak istimewa memiliki bakat yang perlu didorong agar tumbuh percaya diri.
βDari sisi kelebihan itulah yang harus kita tingkatkan agar mereka bisa meraih mimpi. Mereka juga bisa bertumbuh dan setara dengan anak-anak sebaya mereka,β lanjutnya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada para orang tua, guru, tenaga ahli, dan pendamping yang telah mencurahkan tenaga, waktu, dan kesabaran luar biasa untuk anak-anak disabilitas.
Dalam peringatan Hari Disabilitas kali ini, terpampang hasil karya para difabel mulai dari scarf, aksesoris, pakaian, hingga produk kreatif lain.
Di panggung utama, digelar fashion show, menampilkan busana yang didesain oleh penyandang disabilitas dan dikenakan oleh model difabel.
Di sela-sela acara, sejumlah pelukis disabilitas pun menampilkan live painting, sementara kelompok musik disabilitas menyuguhkan tembang pop dalam formasi trio.
Satu dari sekian penyandang disabilitas yang berpartisipasi dalam HDI adalah Isye Mutiari (70). Isye mengaku ini adalah kali pertamanya bergabung.
Ia bercerita baru dua tahun terakhir menggunakan kursi roda. Perempuan asal Bandung ini menghadirkan busana anak-anak dengan konsep desain ceria, didominasi motif bunga, pita, dan warna cerah.
βJadi konsepnya ini untuk supaya dia ceria. Kita berkolaborasi dengan batik yang dibikin di Cimahi, oleh anak-anak difabel juga. Warnanya banyak, ceria warnanya,β katanya.
βSupaya anak-anak suka pakai ini, jadi semangat, dan percaya diri. Supaya dia tuh tidak merasakan perbedaan dari yang biasa, dengan yang normal, dengan yang dia punya kekurangan. Tapi dia kekurangan, pasti ada kelebihannya di sana,β tutur Isye.
Ia berharap event seperti HDI terus berlanjut setiap tahun dan menjadi ruang yang menginspirasi. Dengan begitu, anak-anak difabel bisa lebih percaya diri tampil.
