Kepala Bakom RI: 166 Sekolah Rakyat Baru, Negara Hadir Buat Anak Miskin Ekstrem

13 Januari 2026 9:33 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala Bakom RI: 166 Sekolah Rakyat Baru, Negara Hadir Buat Anak Miskin Ekstrem
Angga Raka menilai kehadiran Sekolah Rakyat merupakan bentuk negara memenuhi hak atas pendidikan layak.
kumparanNEWS
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam peluncuran Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prabowo Subianto bersama Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dalam peluncuran Sekolah Rakyat di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin (12/1/2026). Foto: Kemensos RI
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan 166 Sekolah Rakyat yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia, Senin (12/1). Peresmian ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif, merata, dan berkeadilan bagi seluruh anak bangsa, khususnya anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Angga Raka Prabowo, Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, menyampaikan peresmian Sekolah Rakyat menegaskan komitmen negara untuk menjadikan pendidikan sebagai pondasi utama pembangunan sumber daya manusia Indonesia.
Sekolah Rakyat didedikasikan oleh negara sebagai upaya memutus kemiskinan ekstrem melalui pendidikan. Melalui sekolah berasrama yang sepenuhnya ditanggung negara, anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem—khususnya kelompok desil 1 dan desil 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)—dapat memperoleh kesempatan untuk mengubah nasib dan masa depan mereka.
“Peresmian 166 Sekolah Rakyat ini menegaskan bahwa negara hadir untuk memastikan setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, mendapatkan hak atas pendidikan yang layak,” ujar Angga dalam keterangannya, Selasa (13/1).
Kepala Bakom RI Angga Raka Prabowo. Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Ia menjelaskan dalam peresmian tersebut, Presiden Prabowo menekankan pentingnya membangun kepercayaan diri dan semangat belajar bagi anak-anak yang menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat.
Presiden mendorong para siswa agar tidak pernah merasa kecil hati terhadap kondisi yang dihadapi, serta terus belajar dengan tekun sebagai jalan untuk memperbaiki masa depan dan mengangkat harkat serta martabat keluarga.
“Pesan Presiden kepada anak-anak Sekolah Rakyat sangat jelas, jangan pernah merasa kecil hati. Masa depan tidak ditentukan oleh keterbatasan, tetapi oleh semangat, ketekunan, dan kemauan untuk terus belajar,” ungkap Angga.
Lebih lanjut, ia menegaskan Sekolah Rakyat dirancang bukan sekadar sebagai fasilitas pendidikan, tetapi sebagai ruang tumbuh harapan dan karakter bagi generasi muda.
“Sekolah Rakyat adalah jembatan harapan. Melalui pendidikan, anak-anak tidak hanya membangun masa depan dirinya sendiri, tetapi juga membawa perubahan bagi keluarga dan lingkungannya,” lanjutnya.
Ia menambahkan bahwa program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari strategi jangka panjang pemerintah dalam membangun generasi Indonesia yang unggul dan berdaya saing.
“Ini bukan program seremonial. Sekolah Rakyat adalah investasi masa depan untuk melahirkan generasi yang tangguh, berkarakter, dan percaya diri sebagai anak bangsa,” tutup Angga.
Trending Now