Kepala BNN Ungkap Penyebab Kartel Kokain Amerika Latin Muncul di Indonesia

30 Juli 2025 18:09 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kepala BNN Ungkap Penyebab Kartel Kokain Amerika Latin Muncul di Indonesia
epala BNN RI, Komjen Marthinus Hukom, mengatakan masuknya kartel asal Amerika Latin ke Indonesia dipengaruhi kebijakan Amerika Serikat.
kumparanNEWS
Pers rilis kasus narkoba di BNN RI pada Rabu (30/7/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pers rilis kasus narkoba di BNN RI pada Rabu (30/7/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Kartel Kokain Amerika Selatan mulai merambah ke Indonesia. Kepala BNN RI, Komjen Marthinus Hukom, mengatakan masuknya kartel asal Amerika Latin ke Indonesia dipengaruhi kebijakan Amerika Serikat yang memerangi kokain.
"Ancaman kartel narkoba Amerika Latin ke Indonesia diindikasikan sebagai dampak kebijakan pemerintah Amerika yang menyebutkan atau menempatkan sebagai organisasi teror asing yang akan terus diburu dan diperangi," kata dia di Kantor BNN pada Rabu (30/7).
Di Bali, seorang WNA Brasil berinisial YB ditangkap BNN dengan barang bukti 3.089,36 gram. Ia bekerja sebagai kurir yang mendapat perintah dari bosnya di Amerika Latin. Mereka jaringan dari kartel Amerika Latin.
"Mengindikasikan telah terbentuknya jaringan kartel narkoba Amerika Latin yang memproduksi kokain dengan jaringan domestik dalam rangka memperluas pangsa pasar kokain di Indonesia," lanjut dia.
Pers rilis kasus narkoba di BNN RI pada Rabu (30/7/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Maka itu, Marthinus mengimbau petugas agar dapat meningkatkan kewaspadaan atas maraknya orang dan barang yang masuk ke Indonesia. Apalagi, berdasarkan data yang diterimanya, jumlah orang asing yang masuk ke Indonesia tiap tahun mencapai 10 juta orang.
"Warga negara asing yang datang ke Indonesia bukan hanya melakukan perpindahan fisik, namun mereka juga membawa barang dan berbagai gagasan-gagasan termasuk di dalamnya gagasan kejahatan," ujar dia.
Pers rilis kasus narkoba di BNN RI pada Rabu (30/7/2025). Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan
Jangan sampai, sambung Marthinus, cita-cita Indonesia Emas 2045 gagal diwujudkan karena generasi mudanya terpapar oleh narkoba.
"Bangsa Indonesia sedang fokus menggencarkan berbagai program-program pembangunan sumber daya manusia untuk melahirkan generasi unggul berakhlak mulia dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045," kata dia.
Sebelumnya, BNN bersama instansi terkait mengungkap lima kasus peredaran narkoba jaringan internasional di wilayah Bali selama rentang bulan Juni hingga Juli 2025. Enam pelaku yang terdiri dari empat WNI dan dua WNA asal Brasil dan Afrika Selatan ditetapkan jadi tersangka.
Dua WNA itu ditangkap di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pada 13 Juli 2025 lalu. Kedua pelaku berinisial YB asal Brasil dengan barang bukti kokain seberat 3.089 gram serta IN asal Afrika Selatan dengan barang bukti sabu seberat 990 gram. YB disebut merupakan bagian dari Kartel Kokain Amerika Selatan.
Trending Now