Keraton Surakarta Adakan Jumenengan PB XIV Sabtu, Penerus PB XIII Dirahasiakan
12 November 2025 9:12 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Keraton Surakarta Adakan Jumenengan PB XIV Sabtu, Penerus PB XIII Dirahasiakan
Keraton Surakarta Hadiningrat akan menggelar jumenengan Pakoe Buwono (PB) XIV pada Sabtu (15/11). Namun, nama atau sosok PB XIV tersebut masih dirahasiakan.kumparanNEWS

Keraton Surakarta Hadiningrat akan menggelar jumenengan Pakoe Buwono (PB) XIV pada Sabtu (15/11). Namun, nama atau sosok PB XIV tersebut masih dirahasiakan.
Jumenengan PB XIV akan digelar pukul 08.00 sampai selesai di Keraton Surakarta Hadiningrat. Surat undangan jumenengan juga sudah beredar di kalangan awak media.
Kepastian jumenengan atau upacara adat kenaikan takhta raja Keraton Surakarta tersebut dibenarkan anak tertua PB XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani.
βMenanggapi berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, kami menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumeneng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumengeng Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat,β ujar GKR Timoer, Rabu (12/11).
Dia mengaku sebagai ketua panitia jumenengan PB XIV. Ia pun meminta doa kepada masyarakat agar jumenengan berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah.
βKami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Surakarta serta rakyat Nusantara agar prosesi adat ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Mari kita sambut raja baru dengan suasana damai, rukun, adem ayem, dan penuh rasa hormat sebagaimana nilai-nilai luhur warisan Keraton Surakarta,β pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, putra pertama PB XIII, GKR Timoer Rumbay Kusuma Dewayani, menegaskan bahwa PB XIII pada 2022 sudah menobatkan KGPAA Hamangkunegara Sudibya Rajaputra Narendra Mataram atau yang akrab dikenal sebagai KGPAA Purbaya sebagai putra mahkota.
Penetapan itu dilakukan saat upacara kenaikan takhta PB XIII atau jumenengan.
βSaya harus pertegas, PB XIII pada 2022 sudah mengukuhkan dan melantik putra mahkota (Gusti Purbaya). Jadi saya dengan ini mempertegas bahwa beliau mengamanatkan pada kami, putra putrinya. Kita harus menjalankan amanah itu untuk njumenengake putra mahkota, di mana itu kanjeng Gusti Purbaya,β ujar Timoer, Selasa (4/11).
Disinggung adanya pihak yang menolak, dia menegaskan hal itu melanggar adat.
βItu bisa terjadi (penolakan Gusti Purbaya), berarti mereka melanggar adat,β kata dia.
Disinggung soal penerus PB XIII adalah Purbaya, apakah sudah dibicarakan internal keraton, ia menegaskan bahwa putra dan putri PB XIII sepakat untuk menjalankan amanah PB XIII.
βYang jelas kami, putra putri PB XIII, keluarga inti, sepakat untuk menjalankan amanah PB XIII. Soal hal lain, itu bukan ranahnya,β kata dia.
