Kesaksian Pengunjung saat Atap Lapangan Padel Ambruk: Ada Bunyi 'Keretak'

26 Oktober 2025 18:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kesaksian Pengunjung saat Atap Lapangan Padel Ambruk: Ada Bunyi 'Keretak'
Salah satu pengunjung lapangan, Safina (66), menyebut kepanikan tak terhindarkan pada detik-detik ketika atap mulai mengeluarkan tanda-tanda akan ambruk.
kumparanNEWS
Aliyah (48), salah seorang pengunjung lapangan padel yang atapnya ambruk di Jakarta Barat. Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aliyah (48), salah seorang pengunjung lapangan padel yang atapnya ambruk di Jakarta Barat. Foto: Abid Raihan/kumparan
Atap lapangan padel di Meruya, Jakarta Barat, ambruk pada Minggu (26/10) siang. Saat itu, lapangan tengah ramai pengunjung.
Salah satu pengunjung lapangan, Safina (66), menyebut kepanikan tak terhindarkan pada detik-detik ketika atap mulai mengeluarkan tanda-tanda akan ambruk.
“Tadi saya lagi di tribun, kebetulan teman-teman saya lagi pada bertanding di bawah. Terus itu hujan, hujan angin, terus tempias. Karena tempias itu, saya mindahin barang-barang saya dari kursi ke depan,” ucap Safina saat ditemui usai kejadian.
“Terus lama-lama kok makin kencang. Terus bunyi ‘keretak-keretak-keretak’ gitu kan ya. Waduh, apa ini, saya lihat kan. Waduh, itu udah deket begini, itunya apa itu, ceiling-ceiling-nya,” tambah dia.
Menurut Safina, saat itu para pengunjung mulai berlarian menjauh dari atap lapangan padel tersebut.
Atap lapangan padel di Jakarta Barat ambruk pada Minggu (26/10/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
“Akhirnya saya mau ambil barang-barang teman-teman saya udah nggak sempat. Kebetulan tas saya deket sama saya, udah saya langsung kabur ke bawah,” ucap Safina.
“Udah itu, saya baru sampai tangga, gubrak katanya gitu. Jatuh itunya. Udah saya langsung menyelamatkan diri ke lapangan parkir,” tambahnya.
Safina bercerita, saat itu ada ratusan orang yang berada di lapangan dan sekitarnya. Kebetulan, pada saat itu sedang berlangsung kompetisi tenis dan padel.
“Uh, panik banget di dalam, udah teriak-teriak. Udah panik banget,” ucap Safina.
“Hari ini kan semifinal dan final, jadi lagi rame banget,” tambahnya.
Warga Cinere itu menilai, kejadian ini terjadi saat hujan dan angin kencang menerpa. Menurutnya, fondasi tiang penyangga atap tak kuat menahan kencangnya angin.
“Kalau aku sih bilang kayaknya fondasinya kurang kuat,” ucap Safina.
Ia pun merasa trauma dengan kejadian ini. Safina mengingat peristiwa ambruknya musala Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo, Jawa Timur, yang menewaskan puluhan santri.
“Ada sih trauma, kejadian kayak itu tuh, yang kayak di pesantren. Aduh,” imbuh Safina.
Perasaan yang sama juga dialami oleh Aliyah (48). Ia merasa kejadian itu sangat traumatis baginya.
“Trauma sekali. Waduh,” ucap Aliyah.
Namun, ia tak mau banyak berspekulasi penyebab kejadian tersebut. Aliyah menilai, kejadian ini merupakan sebuah musibah.
“Yang namanya musibah, kita nggak tahu,” ujar Aliyah.
Diketahui, atap lapangan padel itu ambruk sekitar pukul 14.00 WIB. Hujan disertai angin kencang diduga menjadi penyebabnya. Sementara itu, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini.
“Sarana olahraga padel mengalami kerusakan akibat angin saat hujan. Kejadian bermula ketika hujan deras disertai angin kencang menerjang atap lapangan tenis,” jelas Wali Kota Jakarta Barat, Uus Kuswanto, dalam keterangan tertulis, Minggu (26/10).
“Atap itu terhempas angin yang mengakibatkan kerusakan pada enam lapangan tenis. Atas kejadian tersebut, karyawan memanggil pihak kepolisian,” tambahnya.
Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola lapangan tersebut.
Trending Now