Ketika Angin Picu Polusi: Warga Kaliabang Hidup di Tengah Debu Pabrik Batu Bara

16 November 2025 13:39 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketika Angin Picu Polusi: Warga Kaliabang Hidup di Tengah Debu Pabrik Batu Bara
Sudah sekitar satu bulan terakhir, warga Kaliabang, Bekasi, hidup berdampingan dengan debu hitam.
kumparanNEWS
Suasana di RT 1-3/04, Kaliabang Bahagia, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di RT 1-3/04, Kaliabang Bahagia, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
Sudah sekitar satu bulan terakhir, warga Kaliabang, Bekasi, hidup berdampingan dengan debu hitam yang mengendap di lantai rumah, menempel di dinding, hingga mengotori kulit mereka.
Debu yang diduga berasal dari aktivitas pembakaran batu bara di sebuah pabrik di sekitar kawasan itu muncul hilangโ€“timbul, mengikuti arah angin dan kondisi cuaca.
Marfuah (bukan nama sebenarnya), salah satu warga yang rumahnya berada tidak jauh dari sumber dugaan polusi, memperlihatkan ubin ruang tamunya yang menghitam. Debu itu, katanya, datang hampir setiap hari.
โ€œSudah ada sebulan kali ya,โ€ ujar Marfuah saat ditemui di rumahnya.
Warga di Kaliabang Bahagia, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, mengeluhkan hujan debu hitam yang sudah tiga minggu terakhir menyelimuti lingkungan tempat tinggal mereka. Foto: Dok. Istimewa
Ia menjelaskan, debu itu kerap terbawa angin lalu hilang ketika hujan turun. Namun, begitu cuaca kembali kering, debu kembali datang.
โ€œIya, entar kalau keujanan ilang. Kalau ada angin dateng lagi,โ€ ucapnya.
Menurut Marfuah, hampir seluruh bagian rumahnya ikut menghitam: lantai, perabot, hingga dinding. Kondisi itu, katanya, bukan sekadar soal kebersihan rumah.
โ€œYa pada item semua. Rumah iya, ubin-ubin iya,โ€ tutur Marfuah.
Suasana di RT 1-3/04, Kaliabang Bahagia, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Bekasi, Jawa Barat, Minggu (16/11/2025). Foto: Zamachsyari/kumparan
Ia mengaku mengalami keluhan pada kulit. โ€œYa begitu mah penyakit ya. Saya mah kakinya pada item,โ€ ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Cahya (nama samaran), 52 tahun, yang tinggal di kawasan yang sama. Baginya, debu hitam itu sudah menjadi tamu tak diundang yang muncul bergiliran dari bulan ke bulan.
โ€œYa itu pada item semua kaki, rumah-rumah. Kalo nginjek itu di ubin pada item semua,โ€ ujar Cahya.
Cahya menyayangkan hingga kini belum ada perusahaan yang datang menjelaskan kondisi ini kepada warga. โ€œKalau kita ini belum ada ya,โ€ katanya.
Baik Marfuah maupun Cahya berharap ada tindakan cepat dari pihak berwenang maupun perusahaan terkait untuk menyelesaikan masalah polusi tersebut.
โ€œYa biar enggak ada polusi ya,โ€ kata Marfuah.
Trending Now