Ketika Roblox Jadi Ekskul SMP di Solo

14 September 2025 5:44 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketika Roblox Jadi Ekskul SMP di Solo
Dibalik pro-kontra Roblox, pemkot Solo memutuskan untuk membuat gim ini jadi salah satu ekstrakurikuler siswa SMP.
kumparanNEWS
Ilustrasi Roblox. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Roblox. Foto: Shutterstock
Gim Roblox mulai jadi bagian pendidikan. Hal ini nampak dari apa yang diterapkan sebuah SMP di Solo, yakni, membuat gim tersebut jadi salah satu pilihan ekstrakurikuler (ekskul).
Seperti apa penerapannya? Berikut kumparan rangkum.

Jadi Ekskul Untuk Siswa, Utamakan Etika

Roblox sendiri adalah platform gim daring, yang memungkinkan penggunanya tidak hanya bermain, tetapi juga menciptakan dunia atau gim mereka sendiri, lalu berinteraksi dengan pemain lain di dalamnya.
Potensi ini dimanfaatkan oleh Pemkot Solo untuk menjadikan Roblox sarana edukasi bagi para siswa. Namun, pelajaran pertama bagi para siswa SMP via Roblox adalah etika.
Puluhan siswa SMP mengikuti ekstrakurikuler berbasis Roblox di Solo Technopark (STP). Foto: dok STP
"Di awal kita ada etika Roblox terlebih dulu, jadi etika penggunaan gim Roblox itu kita berikan pada mereka, kita ajarkan mereka. Jadi mana yang baik dan mana yang buruk, itu mereka bisa memilih dulu kan. Jadi apa-apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, kita ajarkan terlebih dahulu. Baru setelah itu mereka kita ajak untuk bermain ke hal-hal yang positif," ujar Pemimpin BLUD Kawasan Sains dan Teknologi Solo Technopark, Yudit Cahyantoro, Sabtu (13/9).

Fasilitas di Solo Technopark, Ada 511 Peminat

Menurut Yudit, telah ada 2 fasilitas ruangan di Solo Technopark, ada yang pakai hp sendiri atau memakai PC.
"Kalau pakai PC lebih pada untuk building map-nya," ujarnya.
Wujud ekstrakurikuler itu, menurut Yudit, tidak terbatas waktunya kendati Solo Technopark mempersiapkan pukul 15.00-17.00 WIB.
Puluhan siswa SMP mengikuti ekstrakurikuler berbasis Roblox bagi pelajar SMP di Solo Technopark (STP). Foto: Dok. STP
"Tapi kita sediakan waktu 2 jam. Jadi 2 jam untuk materi terlebih dulu, terus kemudian setelah itu mereka diajak main bareng dengan pendampingan dan mentor," ujar dia.
Jumlah mentor pun akan disiapkan tergantung siswa yang datang. Rata-rata, menurut Yudit, sekitar 7 orang dengan satu kelas terisi 30 siswa.
Yudit memastikan layanan ekskul Roblox ini gratis, lantaran merupakan layanan publik dari Solo Technopark.
Saat ini, pendaftaran siswa telah ditutup lantaran kuotanya sudah mencapai 511 orang.

Memacu Kreativitas

Yudi sendiri yakin, bahwa Roblox bisa memacu kreativitas para siswa, terutama dengan konsep open sourcenya. β€œGim memacu kreativitas penggunanya. Tetapi dari kreativitasnya itu kan harus kami arahkan. Jangan sampai itu masuk ke hal-hal yang negatif,” kata Yudit.
Ilustrasi Roblox. Foto: Shutterstock
Dia menyebut para peserta ekskul Edublox bakal menjalani tiga sesi atau tiga pertemuan dengan masing-masing materi setiap sesinya berupa etika bermain gim.
β€œJadi misalkan tidak menggunakan kata-kata yang negatif dan tidak mengandung unsur suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA,” kata dia

Disebut Edublox

Sementara Wali Kota Solo Respati Ardi menambahkan, meski ada pro dan kontra, ia tetap yakin bahwa Roblox dapat pula memberi edukasi.
Menurut dia, Pemkot Solo tidak bisa melarang gim yang digemari anak-anak tetapi Pemkot Solo melakukan kontrol supaya anak-anak bisa mengambil sisi positifnya.
Wali Kota Solo Respati Ardi. Foto: Dok. kumparan
β€œJadi Roblox tak hanya negatifnya saja tetapi jika diajarkan dengan tepat bisa menjadi edukasi. Kami tidak bisa menghindari gim digital,” ucap dia.
Dia menyebut Roblox bisa mengembangkan imajinasi pelajar serta membuat pelajar semakin kreatif.
β€œKalau harapan saya jangan di usia dini, Roblox ini memang harusnya di usia SMP yang menuju remaja. Saya menyarankan, jangan anak-anak. Kami fokus untuk siswa SMP (ekskul Roblox),” kata Respati.
Trending Now