Ketua MA Ingatkan Hakim yang Masih 'Jual Toga': Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut
23 Mei 2025 22:44 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Ketua MA Ingatkan Hakim yang Masih 'Jual Toga': Kullu Nafsin Dzaiqotul Maut
Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, meminta kepada para hakim agar tidak memberikan pelayanan yang transaksional. Ia mengingatkan, semua manusia akan menemui ajalnya dan tak membawa harta yang dimiliki.kumparanNEWS

Ketua Mahkamah Agung, Sunarto, meminta kepada para hakim agar tidak memberikan pelayanan yang transaksional. Ia mengingatkan, semua manusia akan menemui ajalnya dan tak membawa harta yang dimiliki.
Hal tersebut disampaikan Sunarto saat memberikan pengarahan kepada jajaran hakim pada pengadilan tingkat pertama dan banding di Jakarta.
Mulanya, Sunarto mengatakan, saat ini lembaga peradilan tengah memperjuangkan revisi UU Mahkamah Agung, Peradilan Umum, Peradilan Agama, dan Peradilan Tata Usaha Negara. Aspek yang dipersoalkan dalam revisi itu adalah usia pensiun dan gaji para hakim.
Ia pun meminta dengan perjuangan ini, tak boleh ada lagi hakim yang mencoreng nama lembaga peradilan.
"Tolong jangan dinodai lagi. Kalau dinodai lagi, banyak yang berteriak. Untuk apa usia dinaikkan? Untuk apa kesejahteraan dinaikkan? KALAU masih ada yang menjual toganya. Menggadaikan toganya," ujar Sunarto di Gedung MA, Jumat (23/5).
Apabila masih ada hakim-hakim yang menjual toganya, Sunarto meminta mereka agar segera bertobat.
"Bagi yang muslim, kullu nafsin dzaiqotul maut, bahwa yang hidup akan mati. Kita semua akan mati. Apakah saudara merasa hidupnya akan panjang setelah pensiun mau tobat? Iya kalau mati setelah pensiun, kalau duduk begini mati bagaimana?" ucapnya.
Menurut Sunarto, hakim yang transaksional adalah golongan hakim yang paling nista.
"Boleh dikatakan kalau hakim pakai toga memberikan pelayanan yang transaksional, itu adalah perbuatan yang paling nista. Karena hakim adalah wakil Tuhan di dunia," tegas dia.
Hal-hal seperti ini, lanjut Sunarto, perlu segera dihentikan. Bukan hanya diminimalisasi.
"Saudara melakukan kejahatan bersembunyi di balik toga saudara. Ini yang menjadi musuh kita bersama, termasuk musuh seluruh pimpinan Mahkamah Agung. Transaksional itu harus dihentikan. Bukan diminimalisir, dihentikan," kata Sunarto.
