Ketua MPR Soal WNI Jadi Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong: Pikirkan Mitigasi

1 Desember 2025 14:59 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua MPR Soal WNI Jadi Korban Kebakaran Apartemen Hong Kong: Pikirkan Mitigasi
Ketua MPR Ahmad Muzani merespons puluhan WNI yang menjadi korban dalam peristiwa kebakaran apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong.
kumparanNEWS
Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (23/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua MPR RI Ahmad Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jumat (23/5/2025). Foto: Haya Syahira/kumparan
Ketua MPR Ahmad Muzani merespons puluhan WNI yang menjadi korban dalam peristiwa kebakaran apartemen Wang Fuk Court, Hong Kong.
Muzani menilai, sudah harus dipikirkan bagaimana mitigasi bagi WNI yang bekerja di Hong Kong jika sewaktu-waktu terjadi bencana.
β€œMenurut saya harus sudah mulai dipikirkan tentang mitigasi darurat jika ada hal seperti ini terjadi,” kata Muzani kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (1/12).
Warga Negara Indonesia (WNI) mengikuti doa bersama untuk korban kebakaran apartemen di Hong Kong, Minggu (30/11/2025). Foto: Amr Alfiky/REUTERS
Warga Negara Indonesia (WNI) mengikuti doa bersama untuk korban kebakaran apartemen di Hong Kong, Minggu (30/11/2025). Foto: Amr Alfiky/REUTERS
Sejumlah warga berdoa dengan membawa lilin saat aksi mengenang kematian ratusan orang dalam kebakaran Apartemen di Tai Po, Hong Kong, Jumat (28/11/2025). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS
Muzani menyebutkan, rata-rata WNI yang bekerja di Hong Kong adalah pekerja rumah tangga yang tinggal di apartemen atau bangunan-bangunan tinggi. Menurutnya perlu ada pembekalan pengetahuan penanganan bencana kepada para WNI.
β€œDalam apartemen yang tingkatnya cukup tinggi itu risikonya ada kemungkinan terjadi kebakaran seperti yang kemarin ini terjadi, tapi ada juga risiko gempa,” ungkapnya.
β€œJika dua kemungkinan itu terjadi, apa yang harus dilakukan? Mitigasi itu harus mulai dipikirkan sebagai sebuah cara untuk menyelamatkan, untuk meminimalkan korban manusia,” sambungnya.
Kebakaran di kompleks apartemen berisi dua ribu unit menyebabkan sembilan WNI tewas. Terkait jumlah WNI yang hilang usai kebakaran KJRI Hong Kong menyebut jumlahnya masih dinamis.
"Per data Minggu (30/11) pukul 17:00 waktu setempat, sebanyak 42 WNI belum dapat dikonfirmasi baik keberadaan maupun kondisinya. Namun demikian, jumlah tersebut masih dinamis, termasuk dengan perkembangan di sepanjang hari ini," kata Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KJRI Hong Kong Clemens Triaji Bektikusuma kepada kumparan, Senin (1/12).
Trending Now