Kisah Aiptu Dulyani, Polantas di Bogor Tolak Suap saat Tilang Mobil Maserati

17 November 2025 16:49 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kisah Aiptu Dulyani, Polantas di Bogor Tolak Suap saat Tilang Mobil Maserati
Video seorang polisi yang menolak uang suap saat akan menilang mobil Maserati di kawasan Bogor belakangan ini tengah menjadi sorotan.
kumparanNEWS
Anggota Dirlantas Polri Berbaris di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/12). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Dirlantas Polri Berbaris di Lapangan Presisi Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (13/12). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Video seorang polisi yang menolak uang suap saat akan menilang mobil Maserati di kawasan Bogor belakangan ini tengah menjadi sorotan.
Dalam video itu, tampak anggota Polantas memberhentikan mobil berkelir biru. Polantas tersebut kemudian menegur pemilik mobil karena pelat nomor yang tidak sesuai ukuran dan tempatnya. Setelah dicek, ternyata STNK dan pajak mobil dalam kondisi β€˜mati’ atau belum diperpanjang.
Di tengah percakapan, pemilik mobil membuka dompetnya dan menawarkan uang Rp 100 ribu kepada anggota Polantas itu. Namun, anggota Polantas tersebut menolaknya dan tetap menilang mobil tersebut.
Belakangan diketahui, anggota Polantas itu bernama Aiptu Dulyani. Ia kemudian menceritakan awal peristiwa tersebut. Dulyani mengatakan, saat itu ia tengah melakukan patroli seperti biasa, kemudian melihat pelat mobil yang tidak sesuai aturan.
"Kejadian hari Kamis tanggal 6 November 2025, jam 12.06 WIB lagi patroli ada mobil pelat kecil banget segede motor, pakai speaker, dipasang di samping tidak sesuai peruntukan. Akhirnya karena itu pelanggaran saya putar balik. Saya pinggirin di dekat pom bensin Cibolog," kata Dulyani kepada kumparan, Senin (17/11).
Dulyani kemudian memeriksa surat-surat mobil tersebut. Ternyata STNK dan pajak mobil itu dalam kondisi β€˜mati’. Ia kemudian menyarankan agar pemilik mobil memperpanjang masa berlakunya.
"Ternyata pajak mati, STNK mati bulan 4 tahun 2025," jelasnya.
Ditawari Uang Rp 100 Ribu
Saat sedang mengecek pelat mobil yang ukurannya seperti pelat motor, Dulyani disodorkan uang Rp 100 ribu oleh pemilik mobil.
Dulyani saat itu heran dengan pemilik mobil yang terang-terangan menyodorkan uang, padahal ia mengaku tak ada sedikit pun niat meminta uang kepada pengendara tersebut.
"Nah, setelah itu saya berdiri, si bapak sudah buka dompet, 'ini', kata bapak itu. 'Terus apa ini, Pak?' kata saya," ungkap Dulyani.
Aiptu Dulyani, anggota Satlantas Polresta Bogor. Foto: Dok. Istimewa
Anggota Polantas Bogor itu kemudian mengembalikan uang tersebut. Dulyani menuturkan, sejak awal ia ingin menegakkan aturan.
"Memang nggak ada niat. Kalau ada niat saya matikan kamera, nggak ada saya posting," jelasnya.
"Bapak itu menganggap polisi itu mau minta jajan. Dalam hati saya, kok bapak gini amat ya. Dari situ saya tilang, memang benar mau saya tilang. Kalau pelanggaran, tetap saya tilang," tegasnya.
Dulyani pun akhirnya menilang mobil tersebut.
Pernah Viral saat Stop Truk Pengangkut Batu
Dulyani mengaku bukan kali ini saja ia mendapat perlakuan seperti itu. Ia mengatakan pernah viral saat menilang truk pengangkut batu. Saat itu ada orang yang diam-diam merekam dan memviralkannya di media sosial.
Padahal saat itu, kata Dulyani, ia sedang menindak truk yang overload.
"Video sebelumnya juga pernah, saya ditawari duit. Saya ambil uangnya, saya balikin lagi untuk anak istri bapak," imbuhnya.
Komitmen Tidak Terima Suap Tilang
Dulyani sudah 22 tahun bertugas sebagai Polantas. Ia menyadari banyak kasus anggota polantas yang viral karena menerima uang suap.
Menurutnya, kasus suap tilang tidak hanya salah pada polisi saja, tetapi juga pada pelanggar lalu lintas.
"Yang saya lakukan untuk membongkar pungli di jalan bukan polisi yang minta, ada penawaran dari si pelanggar. Itu yang mau saya bongkar. Itu loh yang sebenarnya terjadi, pemberi dan penerima suap sama-sama salah," tandasnya.
Trending Now