Kisah Para Karyawan yang Tetap Kerja di Tengah Libur Cuti Bersama

18 Agustus 2025 11:36 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kisah Para Karyawan yang Tetap Kerja di Tengah Libur Cuti Bersama
Hari ini pemerintah menetapkan cuti bersama. Namun, karyawan swasta tetap bekerja seperti biasa.
kumparanNEWS
Suasana di Halte TransJakarta Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana di Halte TransJakarta Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Stasiun KRL Tanjung Barat, Jakarta Selatan, terasa lebih tenang dari biasanya, Senin (18/8). Suara deru kereta yang melintas pagi itu, terdengar jelas di antara langkah-langkah penumpang yang masih jarang.
Masih banyaknya penumpang di pagi hari karena pemerintah hari ini menerapkan cuti bersama untuk memperingati HUT ke-80 RI. Kebijakan cuti bersama ini hanya berlaku untuk pegawai pemerintahan, sedangkan karyawan swasta/pekerja informal tetap bekerja seperti biasa.
Karyawan swasta yang mengikuti kebijakan cuti bersama versi pemerintah, maka cuti tahunannya โ€” yang jumlahnya 12 hari โ€” akan terpotong.
Salah satu karyawan swasta yang tetap bekerja adalah Silvi (25), yang setiap hari berangkat dari rumahnya di Tanjung Barat menuju Menara Astra, Jalan Sudirman. Sembari menunggu KRL arah Manggarai pagi itu, ia menceritakan alasannya tetap bekerja.
โ€œAku hari ini mau berangkat kerja, karena aku nggak ada cuti bersama di kantorku,โ€ katanya kepada kumparan.
Silvi (25), pekerja yang sedang menunggu KRL di Stasiun Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Setiap hari, Silvi berangkat dari rumah sekitar pukul 07.00 WIB. Ia menegaskan, kebijakan cuti tergantung perusahaan masing-masing.
โ€œIya, itu kan balik lagi kan tergantung perusahaan masing-masing. Sedangkan perusahaan aku kan perusahaan swasta, bukan perusahaan negeri [milik pemerintah],โ€ jelasnya.
Meski suasana stasiun lebih sepi dari biasanya, program tarif KRL Rp 80 tetap menjadi nilai tambah bagi Silvi.
โ€œIya, lebih lengang, karena mungkin sebagian orang pada cuti, ya. Jadi sepi sih, kereta juga orang-orang, penumpangnya,โ€ ujar Silvi.
โ€œMembantu sih paling ya (tarif KRL Rp 80). Jadi kan lebih menghemat saldo kartu keretanya,โ€ tambahnya.

Antrean Bus TransJakarta Tak Begitu Ramai

Sementara itu, di Halte Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, antrean penumpang TransJakarta tampak tak begitu ramai. Namun, masih terlihat banyak pekerja yang menunggu bus TransJakarta, menandai rutinitas yang tidak berhenti.
Putri (23), pekerja retail yang sedang berada di Halte Bundaran HI, menyebut ia juga tidak dapat fasilitas cuti bersama.
Putri (23), pekerja retail saat mengunjungi Halte TransJakarta Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
โ€œUntuk hari ini nggak dapat cuti sih memang. Kalau cuti bersama kita nggak ada cuti. Kita nggak ikut untuk cuti,โ€ kata Putri saat ditemui kumparan.
Menurutnya, tarif transportasi umum Rp 80 dalam rangka memperingati HUT ke-80 RI cukup membantu pekerja.
โ€œRp 80 membantu sih walaupun ya tanggung gitu ya jadi Rp 80. Tapi, ya masih okelah jadi membantu. Ya, hitungannya anggap aja jadi gratis gitu PP (pulang-pergi) kan juga masih seribu,โ€ tutur Putri.
Tarif bus TransJakarta Rp 3.500 pada hari biasa, hari ini Rp 80.
Sebelumnya, pemerintah mengumumkan menetapkan 18 Agustus 2025 sebagai hari libur nasional. Namun, seminggu kemudian diralat menjadi cuti bersama.
Cuti bersama bagi ASN tidak memotong cuti tahunan, berbeda dengan karyawan swasta. Sehingga sejumlah institusi swasta memilih tetap masuk bekerja pada saat pemerintah menetapkan cuti bersama.
Sejumlah orang memadati Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (18/8/2025). Foto: Febria Adha Larasati/kumparan
Putri mengaku merasa sedih karena rencana libur nasional tersebut berubah menjadi cuti bersama.
โ€œSedih, sih, sebenarnya. Tadinya udah kayak, wah, libur nasional, nih. Kirain bisa libur juga, lumayan gitu, kan,โ€ kata Putri.
โ€œTapi ternyata masih simpang siur, terus ujungnya cuti bersama, ya sedih juga. Jadinya nggak ikutan libur, masih semarak HUT RI, tapi kitanya masih kerja,โ€ lanjutnya.
Fira, pekerja yang menunggu bus TransJakarta, juga memiliki pengalaman serupa.
Fira, pekerja yang sedang menunggu TransJakarta di Halte Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
โ€œAku nggak dapat cuti bersama, sih. Soalnya kalau cuti bersama kan emang dasarnya dari kantornya mau ngambil atau nggak, kan. Soalnya biasanya ngambil [memotong] cuti tahunan. Aku hari ini nggak ngambil sih,โ€ ujar Fira.
Ia berangkat dari Cempaka Putih, Jakarta Pusat, menuju kantornya di Barito, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, sekitar pukul 07.30 WIB. Mengenai tarif TransJakarta yang Rp 80, Fira menyebut baru mengetahuinya.
โ€œJujur aku baru tau lagi kalau hari ini Rp 80. Cuma alhamdulillah membantu ya, berarti syukur. Cuma aku karena nggak ngeh aja jadi kayak, karena aku biasanya udah budgeting aja sih. Jadi alhamdulilah kalau ternyata hari ini harganya segitu,โ€ ungkapnya.
Suasana di Stasiun KRL Tanjung Barat, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (18/8/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Menurut Fira, perjalanannya hari ini lebih cepat karena penumpang lebih sedikit.
โ€œLebih lengang banget sih. Ini lebih cepat. Aku biasanya jam segini aku masih di mana, sekarang aku udah di sini,โ€ ujar Fira yang tak lama kemudian naik ke dalam bus yang sudah ia tunggu.
Meski Jakarta hari ini tampak sepi dibanding hari kerja biasanya, kisah Silvi, Putri, dan Fira menjadi pengingat bahwa tidak semua pekerja bisa menikmati cuti bersama.
Di tengah suasana HUT RI yang semarak, sebagian tetap menempuh rutinitas harian, sambil merasakan manfaat kecil dari transportasi yang lebih terjangkau.
Trending Now