Kisah Petugas Kebersihan Kumpulkan Snack Sisa Anggota DPR Rapat

21 Agustus 2025 19:41 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kisah Petugas Kebersihan Kumpulkan Snack Sisa Anggota DPR Rapat
"Saya bagi-bagi ke teman-teman. Daripada mubazir kan, mendingan dibagi-bagikan," kata petugas kebersihan DPR.
kumparanNEWS
Sisa kotak snack rapat di Komisi XIII DPR RI, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sisa kotak snack rapat di Komisi XIII DPR RI, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Setiap rapat, anggota DPR selalu dibekali dengan sepaket snack. Satu orang anggota, satu kotak snack.
Pada rapat hari ini, kumparan mencoba mengintip isi dari snack anggota dewan itu. Saat dibuka, kotak snack itu berisi jajanan pasar, roti basah, buah dan air minum kemasan.
Lalu, dalam sehari, DPR bisa menggelar lebih dari satu rapat. Snack untuk anggota dewan juga berbeda dalam setiap rapat yang digelar.
Karena banyak rapat, banyak anggota dewan yang tak menghabiskan snack itu, atau bahkan membawanya keluar ruang rapat.
Sisanya, tentu bertebaran di meja rapat. Dibiarkan begitu saja oleh anggota DPR.
Namun, tidak bagi para petugas kebersihan. Mereka mengumpulkan kembali satu per satu, boks demi boks, disusun rapi, untuk dipilih lagi mana yang masih bisa di makan.
“Paling mah ada sisa-sisaan,” ucap salah satu petugas kebersihan saat ditemui kumparan usai Komisi VIII DPR RI selesai rapat pada Kamis (21/8).
“(Sisanya) Paling dibawa ama kita-kita,” tambahnya.
Kata petugas itu, dari satu rapat, ia bisa mengambil satu plastik penuh sisa-sisa snack. Lalu, sisa snack itu akan dibagikan ke sesama petugas kebersihan di gedung DPR.
“Ya, paling ya kalau nggak saya bawa (pulang) ya saya bagi-bagi ke teman-teman. Daripada mubazir kan, mendingan dibagi-bagikan,” ucap dia.
“Gak banyak sih mas, paling (dapat) kayak seplastik doang,” tambahnya.
Meski menyantap snack sisa, tapi snack itu begitu berharga bagi para petugas kebersihan. Momen kehangatan tercipta, saat para petugas menyantap snack itu bersama-sama.
“Makan bareng-bareng gitu,” ucap dia.
Isi kotak snack rapat di Komisi XIII DPR RI, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Tak semua petugas kebersihan di DPR bertugas untuk membersihkan ruang rapat. Ada satu petugas yang ditemui kumparan bertugas membersihkan lobi, sehingga ia tak bisa memungut snack sisa anggota itu.
Namun, snack-snack itu tetap sampai ke tangannya berkat kebaikan teman-temannya yang membagikan.
“Biasanya dibagi temen buat nyemil doang,” ucap petugas itu.
Baginya, sisa snack itu bisa mengganti ongkos makannya.
“(Jadi) buat makan siang. Jadi gak beli makan. Buat nyemil-nyemil,” ucap dia.

Snack Bertebaran, Puan Beri Imbauan

Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani menyorot persoalan sisa-sisa snack ini. Ia mengimbau agar snack yang diberikan kepada seluruh anggota itu dihabiskan, agar tak mubazir.
“Iya (harus dihabiskan), kalau tidak dimakan, ya jangan kemudian menjadi mubazir, dan kalau dimakan sebagainya dihabiskan supaya tidak mubazir,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (21/8).
Sisa kotak snack rapat di Komisi XIII DPR RI, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
Selain itu, Puan juga mengimbau kesekretariatan setiap komisi dan badan di DPR agar tak berlebihan dalam memberikan snack.
“Ya, saya selalu mengimbau agar setiap rapat makanan yang disajikan itu jangan kemudian berlebihan namun bisa disesuaikan sesuai dengan kebutuhan,” ujar Puan.
“Seharusnya dalam setiap rapat, makanan yang disiapkan itu, snacknya itu biasanya terdiri dari tiga macam saja. Dan kalau kemudian setiap rapat diganti ya karena memang orangnya kan berbeda. Tidak bisa kemudian tidak diganti,” tandasnya.

Habiburokhman Nilai Snack Tak Efisien

Sementara Ketua Komisi III Habiburokhman menilai, tak perlu ada pergantian snack dalam setiap rapat. Menurutnya, ini adalah bentuk pemborosan dan tidak efisien.
“Snack itu menurut saya kadang-kadang juga nggak pas. Kayak misalnya kita rapat Komisi III itu rapat, sehari tiga rapat. Begitu ganti snack, ganti rapat paling cuma durasi 2 jam ganti snack lagi. Padahal sebagian besar anggota itu kayaknya sih nggak makan snack itu,” ucap Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (21/8).
Isi kotak snack rapat di Komisi XIII DPR RI, Jakarta, Kamis (21/8/2025). Foto: Abid Raihan/kumparan
“Kayak saya kan sudah nggak bisa makan makanan gula, tepung, gula kayak begitu ya. Sehingga tukar-tukar aja itu, tukar kotak ke mana itu barangnya kita juga nggak tau,” tambahnya.
Karena itu, Habiburokhman menyarankan tidak perlu ada snack setiap rapat di DPR. Ini bisa jadi komponen efisiensi baru untuk anggaran DPR.
“Kalau mau diefisiensi (anggaran) dari situ menurut saya sangat bisa,” ucap Habiburokhman.
“Jadi, rapat itu air putih aja. Air putih cukup, karena air putih kan orang perlu dalam 3 jam minum, tapi kalau makanan, usia 50 tahun ke atas itu sudah susah lah makan makanan yang kayak begituan, harus jaga,” tambahnya.
Trending Now