Kisah Reno, Anjing K-9 Polri Gugur dalam Tugas Mencari Korban Banjir di Agam
3 Desember 2025 15:07 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Kisah Reno, Anjing K-9 Polri Gugur dalam Tugas Mencari Korban Banjir di Agam
Salah satu anjing K-9 Polri bernama Reno harus gugur saat menjalankan tugas dalam operasi pencarian korban tanah longsor di Kabupaten AgamkumparanNEWS

Polri ikut membantu dalam penanganan banjir bandang dan longsor yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat. Selain mengerahkan personel, alat berat dan mengirimkan logistik, Polri mengerahkan anjing pelacak K-9.
Namun, salah satu anjing K-9 Polri bernama Reno harus gugur saat menjalankan tugas dalam operasi pencarian korban tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Direktur Samapta Polda Riau, Kombes Syahrial M. Said, mengatakan Reno gugur sebagai pahlawan dalam upaya menyelamatkan nyawa masyarakat.
Reno usia 8 tahun 4 bulan jenis Belgian Malinois gugur pada Minggu, (30/11) sekitar pukul 12.30 WIB, di lokasi Nagari Palembayan, Kabupaten Agam.
Syahrial menjelaskan, Reno bersama tim Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Riau diterjunkan ke lokasi bencana sebagai bagian dari Operasi Kemanusiaan Polda Riau untuk membantu penanganan bencana alam di Sumatera Barat.
Pada hari Minggu (30/11), sekitar pukul 11.00 WIB hingga 12.30 WIB, Reno melaksanakan tugas pencarian korban di area longsor yang medannya berat. Saat proses pencarian berlangsung, Reno mengalami kondisi lemas mendadak dan kemudian tumbang di lokasi.
Personel K-9 di lapangan segera mengevakuasi Reno dan membawanya ke klinik hewan terdekat untuk penanganan medis darurat. Namun, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Reno dinyatakan mati dalam penanganan medis.
"Reno adalah salah satu satwa terbaik kami yang bertugas dalam Unit Polsatwa Ditsamapta Polda Riau. Ia telah banyak berkontribusi dalam berbagai operasi kepolisian, dan kali ini, ia gugur dalam tugas mulia, yaitu misi kemanusiaan membantu korban bencana alam. Ini adalah pengabdian dan pengorbanan yang sangat besar," ujar Syahrial, Rabu (3/12).
Polda Riau berkoordinasi dengan Direktorat Polsatwa Baharkam Polri dan Dokter Hewan Polda Sumatera Barat untuk penanganan administrasi dan pemeriksaan medis lebih lanjut, menunggu visum resmi.
"Kami sampaikan duka cita yang sedalam-dalamnya. Semoga pengorbanan Reno menjadi teladan bagi kita semua tentang pentingnya kehadiran dan manfaat anggota Polri, termasuk satwa operasional kami, di tengah kesulitan masyarakat," kata Syahrial.
