Kisah Sopir Angkot Cianjur Gratiskan Ongkos bagi Siswa: Kenang Anak saat Susah
28 November 2025 16:06 WIB
·
waktu baca 3 menit
Kisah Sopir Angkot Cianjur Gratiskan Ongkos bagi Siswa: Kenang Anak saat Susah
Tidak hanya siswa SD, tumpangan gratis juga ditawarkan ke siswa SMP dan SMA agar mereka tidak kesusahan berjalan kaki jauh karena tidak punya ongkos angkot.kumparanNEWS

Sebuah angkot bernomor trayek Cianjur–Mangun melaju pelan di sepanjang Jalan Raya Cianjur–Cipanas. Dari balik kemudi, Daves yang memakai kaos pink sewarna angkot yang disopirinya, melihat dua bocah berseragam putih-merah berjalan menunduk di pinggir jalan.
Seketika itu dia menginjak rem. Anak-anak itu diminta naik ke angkotnya tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
Dari aksi sederhananya, sopir angkot bernama Dani Aziz (30) alias Daves, itu mulai dikenal dan menghangatkan hati banyak orang.
Setiap hari, Daves memulai perjalanannya menarik angkot dari garasinya di Selahuni, Cugenang, hingga menuju ke Pasar Muka Cianjur dengan menyusuri Jalan Raya Cianjur-Cipanas sejauh 8 kilometer.
Di sepanjang jalur yang dilintasi trayeknya, khususnya di daerah Mangun, Cugenang, terdapat tiga sekolah dasar. Daves biasanya menawarkan tumpangan kepada murid SD yang terlihat berjalan searah dengan angkotnya.
Tidak hanya siswa SD, tumpangan gratis juga ditawarkan ke siswa SMP dan SMA agar mereka tidak kesusahan berjalan kaki jauh karena tidak punya ongkos angkot.
"Tapi, kebanyakan memang anak SD. Mungkin, karena mereka tidak memiliki ongkos. Kasihan harus berjalan kaki jauh, jadi saya tawarkan naik angkot, gratis," kata Daves saat berbincang dengan kumparan, Kamis (28/11).
Awalnya, niat baiknya itu sempat diragukan, bahkan tidak sedikit yang nyinyir saat Daves menawarkan tumpangan gratis.
Meski begitu, Daves tak patah arang. Dia tetap menggratiskan ongkos bagi para siswa. Sesekali dia mengunggah aksinya itu di akun TikTok @boskecilcianjur.
Seiring waktu berjalan, aksinya itu viral bahkan diunggah ulang sejumlah akun media sosial lainnya dan telah ditonton jutaan kali serta mendapat puluhan ribu komentar positif dari warganet.
Setelah videonya viral, sosok Daves menjadi idola baru di kalangan anak-anak sekolah. Tiap kali angkot pinknya melintas, terdengar teriakan riang dari mereka memanggil "Bos Kecil Cianjur".
Ingat Anak Kesulitan Ongkos Sekolah
Alasan Daves menggratiskan ongkos bagi para pelajar itu karena anaknya dulu sempat jalan kaki karena tidak punya ongkos pulang.
Saat itu Daves sudah menjadi sopir angkot, namun posisinya berada jauh dari sekolah sang anak. Uang penghasilan jadi sopir angkot tidak menentu, sehingga tidak cukup untuk ongkos sang anak.
"Karena saya merasakan punya anak kelas 1 SD, dulu nggak punya uang buat sekolah karena saya penghasilan sehari tidak menentu. Jadi anak sempat jalan kaki (karena nggak punya ongkos)," ucap Daves.
Mengingat hal itu, Daves prihatin. Sehingga dia akhirnya memutuskan untuk menggratiskan ongkos untuk para pelajar.
Angkot yang disopiri Daves merupakan milik bosnya. Setiap hari dia harus membayar setoran.
"Sehari Rp 100 ribu pun susah, setoran Rp 80 ribu. Tapi kalau sehari dapat Rp 80 ribu, setor aja, sedapatnya," ucapnya.
Hasil Ngonten
Daves mengaku senang dapat membantu anak-anak sekolah menghemat ongkos. Ada rasa bahagia saat dia melihat anak-anak itu lebih semangat dan riang saat mendapatkan tumpangan.
Sebab itu, di saat dirinya memiliki rezeki lebih. Tak hanya sekadar menggratiskan ongkos, Daves juga kerap memberi uang kepada penumpang anak sekolah. Uang yang diberikan merupakan hasil dari aktivitasnya membuat konten di media sosial.
Daves biasa melakukan live di media sosialnya seusai dirinya selesai narik angkot atau pada malam hari.
"Kebanyakan sih, hanya ngobrol santai saja. Banyak [yang lihat live], netizen yang penasaran dengan aktivitas saya ketika dikerumuni anak SD yang pulang sekolah dengan naik angkotnya," ucapnya.
