Klaim Kadus: Keluarga Raya Penerima Bantuan, Tiap Bulan Ikut Posyandu

20 Agustus 2025 12:48 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Klaim Kadus: Keluarga Raya Penerima Bantuan, Tiap Bulan Ikut Posyandu
Kepala Dusun (Kadus) Tiga Lemahduhur, Desa Cianaga, Arief, memastikan keluarga Raya (4 tahun), bocah yang meninggal dengan kondisi cacingan, sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah desa.
kumparanNEWS
Kadus Tiga Lemahduhur, Arief Rahman Hakim, saat diwawancarai di Kantor Desa Cianaga, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kadus Tiga Lemahduhur, Arief Rahman Hakim, saat diwawancarai di Kantor Desa Cianaga, Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (20/8/2025). Foto: Rayyan Farhansyah/kumparan
Kepala Dusun (Kadus) Tiga Lemahduhur, Desa Cianaga, Arief, mengeklaim keluarga Raya (4 tahun), bocah yang meninggal dengan kondisi cacingan, sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah desa.
Menurutnya, sejak usia 5 bulan Raya sudah masuk daftar penerima program makanan tambahan (PMT) dan rutin diperiksa di posyandu.
β€œDari desa apa yang menjadi program desa sudah disalurkan dengan baik termasuk PMT dan yang lainnya. Tiap bulan dia periksa ke posyandu. Terus kalau misalkan ada PMT yang harus diberikan ke Raya, para kader posyandu sudah memberikannya, umumnya ke anak-anak yang lainnya,” kata Arief, Rabu (20/8).
Ia menjelaskan, PMT diberikan dalam bentuk makanan bergizi dan rutin disalurkan melalui dana desa.
β€œDalam bentuk buah, makanan yang menjamin gitu, yang bergizi lah program makanan tambahan. Rutin dilakukan per 3 bulan sekali ya,” ujar dia.
β€œKarena dalam dana desa itu sudah ada anggarannya dan sudah disalurkan. Mulai dari usia Raya sekitar 5 bulanan ya itu, karena bantuan itu masuk mulai usia 5 bulan ke atas kalau nggak salah. Termasuk vaksinasi dan lainnya,” ujarnya.
Meski mendapat bantuan, Arief menyebut keluarga Raya sulit diajak berinteraksi. Bahkan ketika puskesmas sempat meminta agar Raya dirujuk ke rumah sakit, pihak keluarga menolak.
β€œBahkan dari puskesmas pernah disuruh dirujuk, tapi dari pihak keluarga menolak. Alasannya mungkin karena itu tadi, pertama takut, kedua kurang berinteraksi dengan orang luar,” kata Arief.
Menurut Arief, ketika kondisi Raya semakin parah, barulah yayasan Rumah Teduh membawa bocah itu ke rumah sakit menggunakan ambulans.
β€œPas parah itu langsung dibawa sama Rumah Teduh, dia langsung ke sini bawa ambulansnya, terus langsung dibawa ke rumah sakit,” katanya.
Trending Now