Komdigi Diminta Viralkan Bantuan ke Sumatera: Jangan Kalah Sama yang ‘Sok’
8 Desember 2025 13:05 WIB
·
waktu baca 2 menit
Komdigi Diminta Viralkan Bantuan ke Sumatera: Jangan Kalah Sama yang ‘Sok’
Anggota Komisi I DPR menilai pemerintah sudah bekerja banyak untuk memanggulangi bencana Sumatera, tapi kurang tersosialisasikan.kumparanNEWS

Anggota Komisi I DPR dari Gerindra, Endipat Wijaya meminta Menteri Komdigi, Meutya Hafid agar memviralkan bantuan-bantuan pemerintah yang telah disalurkan ke Sumut, Sumbar, hingga Aceh. Menurutnya, bantuan pemerintah kurang disosialisasikan ke masyarakat sehingga ada anggapan pemerintah tak bergerak.
“Saya cuma ingin mencoba memberikan masukan kepada Komdigi dan ingin mendukung Komdigi ke depan bagaimana Komdigi ini bisa mengamplifikasi informasi-informasi strategis yang sudah dilakukan oleh pemerintah Bu,” ucap Endipat dalam Raker Komisi I bersama Meutya di DPR, Senin (8/12).
“Sebagai contoh kami misalnya mendengar sebenarnya Kementerian Kehutanan itu sudah melakukan evaluasi dan gerakan menaman pohon secara besar-besaran tetapi itu kan tidak pernah sampai ke telinga teman-teman sampai ke orang bawah, selalu saja Kemenhut itu dikuliti dan dimacam-macamin lah Bu, padahal mereka sudah melakukan banyak hal,” tambahnya.
Ia meminta agar Komdigi peka dengan isu strategis nasional sehingga bisa cepat mengamplifikasi kinerja pemerintah di isu-isu yang menjadi perhatian masyarakat. Kini, menurut Endipat, pemerintah selalu kalah dengan orang-orang yang ‘sok paling memberikan bantuan’ ke Sumatera, padahal orang itu baru sekali datang ke lokasi bencana.
“Jadi kami mohon ibu, fokus nanti ke depan Komdigi ini mengerti dan tahu persis isu sensitif nasional membantu pemerintah memberitahukan dan mengaplifikasi informasi-informasi itu sehingga enggak kalah viral dibandingkan dengan teman-teman yang sekarang ini sok paling-paling di Aceh, di Sumatera dan lain-lain itu Bu,” ucap Endipat.
“Ada apa namanya, orang yang cuma datang sekali seolah-olah paling bekerja di Aceh, padahal negara udah hadir dari awal. Ada orang baru datang, baru bikin satu posko ngomong pemerintah enggak ada. Padahal pemerintah udah bikin ratusan posko di sana,” tambahnya.
Ia pun meminta agar Komdigi mengembangkan usulannya ini. Endipat berharap bantuan pemerintah senilai triliunan rupiah lebih menjadi perhatian masyarakat dibandingkan bantuan publik yang senilai miliaran rupiah.
“Jadi yang kira-kira seperti-seperti itu Bu mohon jadi atensi dan dikembangkan sama Komdigi untuk menjadi informasi publik yang sehingga publik itu tahu kinerja pemerintah itu sudah ada dan memang sudah hebat,” ucap Endipat.
“Orang per orang cuma nyumbang Rp 10 miliar, negara udah triliun-triliunan ke Aceh itu. Jadi yang kayak gitu mohon dijadikan perhatian sehingga ke depan tidak ada lagi informasi seolah-olah negara tidak hadir di mana-nana padahal negara sudah hadir sejak awal di dalam penanggulangan bencana,” tambahnya.
