Komdigi Godok Aturan Registrasi SIM Card Harus Pakai Face Recognition, Kenapa?

14 November 2025 18:03 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komdigi Godok Aturan Registrasi SIM Card Harus Pakai Face Recognition, Kenapa?
Komdigi menuturkan, aturan itu dibuat agar pembuatan nomor baru di Indonesia tidak mudah karena rentan disalahgunakan.
kumparanNEWS
Ilustrasi SIM card. Foto: Melly Meiliani/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi SIM card. Foto: Melly Meiliani/kumparan
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyebut pihaknya berencana membuat aturan pembuatan nomor SIM card baru harus menggunakan face recognition.
Aturan itu dibuat agar pembuatan nomor baru di Indonesia tidak semudah sebelumnya, sehingga penipuan melalui SMS dan telepon menggunakan nomor yang di-masking bisa dikurangi.
β€œNah ini kan sesuatu hal yang sangat mengkhawatirkan. Kalau gitu berarti satu masking nomor itu harus diatur, yang kedua KYC daripada registrasi handphone ini atau SIM card harus kita lihat juga. Makanya dalam waktu dekat, saya pernah waktu itu mengenai registrasi dengan face recognition,” tutur Edwin di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat pada Jumat (14/11).
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat pada Jumat (14/11). Foto: Abid Raihan/kumparan
Komdigi masih menggodok kebijakan ini. Mereka akan bekerja sama dengan Dukcapil.
β€œKerja sama dengan Dukcapil, apakah akan segera dijalankan? Insyaallah, iya. Sekarang kita dalam proses konsultasi publik,” ucap Edwin.
β€œDengan itu kita lebih membuat pemilik handphone ini nomor itu lebih bertanggung jawab. Kalau dulu minjemin KTP, kartu keluarga kan gampang saja. Tapi kalau dengan minjemin muka kan lain. Orangnya harus datang. Tapi insyaallah enggak ada orang Indonesia yang seperti itu,” tambahnya.
Komdigi mengajak operator seluler untuk senantiasa melindungi para customernya. Mereka mendorong agar para operator seluler membangun infrastruktur anti-scam mereka.
β€œNah ini kita membuat, karena saya bilang sama Opsel, sama tiga operator kita. Ultimately kita harus memperkuat business responsibility, protect our customer. Nah itu yang paling penting karena dia menyangga bisnis cellular ini,” tandas Edwin.
Trending Now