Komdigi Siapkan 2 Dokumen Peta Jalan AI Nasional
25 September 2025 15:02 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Komdigi Siapkan 2 Dokumen Peta Jalan AI Nasional
Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan pemerintah tengah menyiapkan dua dokumen utama dalam peta jalan artificial intelligence (AI).kumparanNEWS

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyampaikan, pemerintah tengah menyiapkan dua dokumen utama dalam peta jalan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan.
Dokumen tersebut yaitu buku putih peta jalan AI nasional yang akan menjadi peraturan presiden (perpres), serta perpres untuk mengukuhkan panduan keamanan dan keselamatan dalam penggunaan dan pengembangan AI.
βSudah finalisasi ya. Kita sudah mendiskusikan dengan sejumlah stakeholder dan saat ini sedang disusun untuk menuju ke peraturan presiden. Dan nanti ada dua dokumen yang akan disiapkan,β jelas Nezar usai acara Workshop Wartawan United Tractors Group di Artotel Mangkuluhur, Setiabudi, Jakarta Selatan, Kamis (25/9).
βSatu, dokumen buku putih peta jalan AI nasional yang akan menjadi perpres. Lalu kemudian juga perpres untuk mengukuhkan panduan keamanan dan keselamatan dalam penggunaan dan pengembangan artificial intelligence,β tambah dia.
Ia menambahkan, persiapan perpres tersebut akan memasuki pembahasan prinsip legal pada akhir September.
βDi akhir bulan ini sudah bisa masuk ke tahap berikutnya untuk pembahasan yang sifatnya pada prinsip-prinsip legal. Jadi nanti akan ada harmonisasi, akan ada pengujian-pengujian lagi terutama dalam soal pengaturannya agar dia tidak kontradiktif dengan peraturan-peraturan yang lain,β ujarnya.
Nezar menegaskan, kedua dokumen itu akan diajukan secara bersamaan.
βDua-duanya serentak dimasukkan,β ujarnya.
Sebelumnya, Nezar menyampaikan, draf peraturan presiden (perpres) tentang kecerdasan buatan (AI) ditargetkan selesai pada September 2025.
βKita harapkan di akhir bulan ini, regulasi itu bisa selesaikan draftnya, lalu akan ada diskusi lagi di bulan Agustus, dan di bulan September, kita harapkan sudah bentuk finalnya dalam bentuk sebagai peraturan presiden,β kata Nezar.
Nezar menjelaskan, laporan yang diluncurkan hari ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Inggris untuk memetakan kondisi adopsi AI di berbagai sektor.
βAI Policy Dialogue RCE Report ini disusun secara sistematis, berangkat dari hal-hal yang fundamental sampai dengan soal-soal yang lebih spesifik. Laporan ini diharapkan dapat membuka pemahaman kita mengenai lanskap AI di Indonesia sehingga mampu menentukan arah kebijakan AI ke depan,β ujarnya.
