Komdigi Soal Penipuan Marak: Gampang Ganti Nomor, Sehari 1 Juta Nomor HP Baru

14 November 2025 18:08 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komdigi Soal Penipuan Marak: Gampang Ganti Nomor, Sehari 1 Juta Nomor HP Baru
Komdigi menilai, salah satu penyebab penipuan online marak karena mudahnya ganti nomor HP di Indonesia.
kumparanNEWS
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi Edwin Hidayat Abdullah di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Jumat (16/5/2025). Foto: Alya Zahra/kumparan
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah menilai salah satu penyebab maraknya penipuan melalui SMS dan telepon adalah mudahnya membuat nomor baru di Indonesia. Bahkan, katanya, dalam satu hari bisa ada 1 juta nomor baru yang dibuat.
โ€œKenapa (mudah terjadi penipuan)? Karena Indonesia ini, kalau dia namanya generate ya, orang ganti nomor itu di Indonesia itu gampangnya luar biasa. Saya pernah iseng ngecek dalam satu bulan, belum lama, beberapa bulan yang lalu. Saya cek daily,โ€ ucap Edwin di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat pada Jumat (14/11).
โ€œAda yang tau nggak, Berapa banyak aktivasi daily-nya nomor baru di Indonesia? Setiap hari itu minimal. Nggak ada yang dibutuhkan, 500 ribu. Dan ada hari-hari tertentu sampai 1 juta orang. Artinya dalam satu bulan itu bisa terjadi nomor baru itu keluar masuk. 20 juta nomor kan? 15 sampai 20 juta nomor,โ€ tambahnya.
Menurut Edwin, dampak dari banyaknya nomor baru itu lebih banyak yang negatif daripada dampak positif. Mereka pun akan meminta para operator seluler agar membangun sebuah infrastruktur anti-scam.
โ€œNah ini yang saya kira bisnis itu harusnya lebih pada layanan dan service dan akan difokuskan ke situ. Nah ini yang membawanya kerugian dampaknya daripada nomor-nomor nggak jelas itu jauh lebih besar daripada manfaatnya,โ€ ucap Edwin.
Dirjen Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat pada Jumat (14/11). Foto: Abid Raihan/kumparan
Ia mengungkap, pada tahun 2025, kerugian dari penipuan melalui seluler telah mencapai Rp 7 triliun.
โ€œIni Rp 7 triliun ini baru yang dilaporkan ya. Kita nggak tau yang tidak dilaporkan. Biasanya, biasanya kalau yang kena orang-orang yang tidak di perkotaan atau yang di ini, itu kan nggak melaporkan ya,โ€ ucap Edwin.
โ€œNah kita nggak tau sebenarnya. Tapi sampai dengan, apa, Oktober lalu, Rp 7 triliun udah 65 persen, sampai 70 persen orang tiap hari, tiap minggunya menerima spam call,โ€ tambahnya.
Ilustrasi scam. Foto: CC7/Shutterstock
Edwin pun mengatakan Komdigi kini tengah fokus untuk membereskan persoalan ini.
โ€œNah ini salah satu hal yang penting yang sedang kita bereskan bagaimana supaya iklim industri Telco ini tidak hanya sehat pertumbuhannya, tapi juga kuat responsibility-nya menjaga customer-nya,โ€ ucap Edwin.
โ€œTentu ada hal lain yang kita juga siapkan. Hal lain-lain juga kita mendukung pemerintah juga,โ€ tambahnya.
Salah satu langkah Komdigi, kata Edwin, adalah mempersiapkan kebijakan memakai face recognition untuk membuat nomor handphone baru.
โ€œKerja sama dengan Dukcapil, apakah akan segera dijalankan. Insya Allah, iya. Sekarang kita dalam proses konsultasi publik,โ€ ucap Edwin.
โ€œDengan itu kita lebih membuat pemilik handphone ini nomor itu lebih bertanggung jawab. Kalau dulu minjemin KTP, kartu keluarga kan gampang saja,โ€ tandasnya.
Trending Now