Komisi Disabilitas Beri Masukan ke Kemenag soal Haji: Safari Wukuf Dilanjutkan
24 Juni 2025 19:44 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Komisi Disabilitas Beri Masukan ke Kemenag soal Haji: Safari Wukuf Dilanjutkan
Komisi Nasional Disabilitas (KND) mengharapkan layanan safari wukuf untuk jemaah haji kembali dilakukan pada haji 2026.kumparanNEWS

Komisi Nasional Disabilitas (KND) mengharapkan layanan safari wukuf untuk jemaah haji kembali dilakukan pada haji 2026. Ketua KND, Dante Rigmalia, menilai program itu bagus untuk mewujudkan layanan haji inklusif, ramah lansia, dan disabilitas.
Safari wukuf digelar untuk memfasilitasi jemaah haji Indonesia yang lansia, sakit atau yang tidak memungkinkan untuk mengikuti wukuf secara reguler bersama jemaah haji lainnya.
Para jemaah yang terdaftar mengikuti safari wukuf berangkat ke Arafah naik bus. Setelah wukuf, mereka diarahkan ke hotel transit, bukan di tenda Arafah.
βKami mengapresiasi Kemenag atas skema program safari wukuf yang sangat baik ini. Harapan kami, praktik-praktik baik ini terus dilanjutkan, dan ke depan ada lebih banyak hal yang bisa dipersiapkan agar apa yang sudah baik bisa menjadi lebih baik lagi,β ujar Dante di Kantor Daker Makkah, Selasa (24/6/2025).
Pernyataan tersebut sudah disampaikan Dante saat bertemu dengan Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Hilman Latief.
Dante mengungkapkan pihaknya juga terlibat dalam penyelenggaraan haji tahun ini. Keterlibatan tersebut mulai dari pendataan para jemaah penyandang disabilitas, berinteraksi langsung, serta membangun pemahaman dan persepsi positif di kalangan jemaah lainnya terhadap jemaah disabilitas.
βAda banyak praktik baik yang kami temukan. Misalnya, ketika ada penyandang disabilitas tuli dan petugas tidak tahu cara berkomunikasi. Namun setelah berinteraksi langsung, akhirnya petugas tahu bahwa komunikasi bisa dilakukan dengan menulis di kertas atau menggunakan pensil,β ujar Dante.
Sementara itu, Hilman memastikan pihaknya terbuka terhadap masukan dari KND untuk memperkuat program layanan ke depan. Menurutnya, jumlah jemaah lansia terus meningkat setiap tahun, sehingga perlu strategi pelayanan yang adaptif dan inklusif.
βSaya meminta masukan dari KND untuk memperkuat program kita ke depan. Karena bagaimanapun, secara demografis, jumlah jemaah lansia akan terus meningkat,β ungkap Hilman.
βDan tahun ini pun jumlahnya sudah cukup tinggi. Maka kita perlu menyiapkan strategi ke depan, seperti apa pola layanan yang tepat,β tambahnya.
