Komisi IX: Banyak Pengungsi Banjir Sumatera Diare-ISPA, 15 RS Tak Beroperasi

5 Desember 2025 16:49 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Komisi IX: Banyak Pengungsi Banjir Sumatera Diare-ISPA, 15 RS Tak Beroperasi
Komisi IX menerima laporan banyak pengungsi banjir Aceh-Sumatera yang mulai terserang penyakit.
kumparanNEWS
Warga korban banjir bandang menempati pengungsian di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Palembayan, Agam, Sumatera Barat. Foto: Bakom RI
zoom-in-whitePerbesar
Warga korban banjir bandang menempati pengungsian di Nagari Salareh Aia, Kabupaten Palembayan, Agam, Sumatera Barat. Foto: Bakom RI
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris, mengaku dirinya menerima banyak laporan soal warga yang mengungsi imbas banjir bandang dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Charles menyebut, penyakit yang diderita pengungsi seperti diare hingga ISPA.
β€œYang sudah ditemukan penyakit seperti, yang banyak ya, diare, ISPA, leptospirosis,” ucap Charles di Lembang, Jawa Barat, Jumat (5/12).
Charles Honoris Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan
Ia meminta agar Kementerian Kesehatan segera menangani banyaknya penyakit yang menerpa para pengungsi.
β€œDan oleh karena itu, kami meminta Kemenkes untuk memonitor terus dan mencari apa yang dibutuhkan sehingga pelayanan kesehatan tepat sasaran dan juga tetap bisa diberikan kepada yang membutuhkan,” ucap Charles.
Menurutnya, Kemenkes harus menyediakan obat-obatan untuk para pengungsi. "Jangan sampai karena adanya bencana mereka akhirnya tidak mendapatkan pelayanan sehingga kondisinya bisa memburuk,” ucap dia.
Kondisi pengungsian korban banjir bandang dan longsor di Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Foto: Bakom RI
Kondisi pengungsi korban bencana Sumatera di Tapanuli Utara. Foto: Bakom RI
Sejumlah warga berada di Posko Pengungsian korban banjir bandang di Batu Busuk, Pauh, Padang, Sumatera Barat, Rabu (26/11/2025). Foto: Iggoy el Fitra/ANTARA FOTO

15 rumah sakit tidak beroperasi

Politikus PDIP ini mengatakan, 15 rumah sakit yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, tak beroperasi imbas banjir. Sehingga banyak pengungsi yang tak bisa mendapatkan pelayanan kesehatan.
β€œKami sudah meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk terus memonitor, bahkan sampai sekarang kami masih mendapatkan situation report setiap hari tentang kondisi kesehatan yang ada di tempat bencana, lokasi bencana ya,” ucap Charles.
β€œKalau saya tidak salah ingat, sudah lebih dari 15 rumah sakit yang tidak beroperasi di tiga provinsi yang terdampak banjir. Begitu juga jumlah yang terdampak ya, baik itu pengungsi dan lain sebagainya, jumlah juga semakin banyak,” tutur dia.
Trending Now