Komisi X DPR Soroti Anak Stres Imbas TKA, Kemendikdasmen Beri Penjelasan
26 November 2025 14:08 WIB
·
waktu baca 4 menit
Komisi X DPR Soroti Anak Stres Imbas TKA, Kemendikdasmen Beri Penjelasan
Anggota Komisi X DPR Adde Rosi Khoerunnisa menyoroti dampak Tes Kemampuan Akademik (TKA) terhadap kesehatan mental siswa. kumparanNEWS

Anggota Komisi X DPR Adde Rosi Khoerunnisa menyoroti dampak Tes Kemampuan Akademik (TKA) terhadap kesehatan mental siswa.
TKA adalah asesmen terstandar baru untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran tertentu sesuai kurikulum.
Adde menyebut, TKA membuat beberapa siswa tertekan meski TKA tidak diwajibkan seperti ujian nasional. Ia menilai fenomena les berlebihan dan kelelahan kognitif telah muncul sebagai masalah baru.
“Tetapi beberapa kali Pak Menteri juga menyampaikan, ini tuh bukan UN ya. Tapi ada hal lain yang ternyata menjadi kecemasan kami sebagai orang tua,” kata Adde dalam rapat Komisi X DPR bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (26/11).
Menurutnya kecemasan tersebut kini berkembang menjadi persoalan kesehatan mental.
“Karena tidak wajib seperti UN, tapi harus dilakukan oleh semua anak kelas 6, kelas 9, dan kelas 12. Sehingga muncullah anak-anak ini masalah mental health, masalah kecemasan, masalah anxiety, masalah cognitive fatigue atau kelelahan secara kognitif, yang timbul sekarang,” ujarnya.
Siswa, kata Adde, akan kehilangan fokus karena tekanan belajar berlebihan. “Jadi anak-anak sudah les sana-sini ya, sudah kemudian belajar sana-sini, yang akhirnya bukan membuat mereka fokus terhadap apa yang akan mereka jalani di ujian TKA ini. Tetapi masalah baru yaitu tadi masalah mental health,” jelasnya.
Adde juga menanyakan kesiapan program Guru Wali untuk mendampingi siswa secara psikologis.
“Nah, untuk hal seperti ini, apakah sudah dipersiapkan matang oleh Pak Menteri? Ya, agar anak-anak ini tidak hanya dipersiapkan secara matang secara akademis, tetapi secara mental health-nya juga Guru BK, Wali Kelas, ataupun Guru Wali yang sudah dipersiapkan oleh Pak Menteri, ini bisa mendampingi anak-anak agar siap menjalani TKA,” tutur Adde.
Pimpinan Komisi X Minta TKA Ditinjau Ulang
Sementara Wakil Ketua Komisi X, Kurniasih Mufidayati, menilai TKA perlu menjadi perhatian serius karena sejumlah siswa merasa kehilangan harapan masuk perguruan tinggi.
“Kemarin juga beberapa siswa pas kita kunjungin itu, ‘kayaknya udah enggak ada harapan nih masuk SNBP’ gitu. Sampai sudah punya hopeless seperti itu,” jelas Kurniasih.
Ia mempertanyakan penentuan jadwal TKA jenjang SMP yang dianggap tidak tepat karena berdekatan dengan libur Lebaran.
“Khawatir anak-anak ini suasananya masih suasana Lebaran mungkin bisa ditinjau ulang untuk pelaksanaan jadwalnya,” ujar Kurniasih.
“Kalau bisa jangan di bulan Maret karena kan suasananya masih (Lebaran), kasihan juga anak-anak,” lanjutnya.
Pemerintah Akui Adaptasi Mental Siswa Belum Merata
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, mengakui siswa butuh adaptasi mental dalam menghadapi asesmen berskala nasional.
“Setelah beberapa tahun kita tanpa Asesmen Nasional ya, tanpa asesmen yang berskala nasional, mungkin bisa dilihat banyak siswa yang tidak lagi terlatih secara mental menghadapi ujian ini. Sebetulnya mereka cerdas ya, tetapi belum semua terbiasa bertanding dengan jujur di dalam tekanan yang nyata,” kata Toni.
Ia menjelaskan struktur soal TKA dirancang berbasis Knowing, Applying, dan Reasoning, untuk menilai kemampuan berpikir tingkat tinggi siswa.
“Desain ini saya kira menegaskan bahwa evaluasi pembelajaran tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga pada kemampuan menerapkan pengetahuan dan melakukan penalaran dalam konteks pemecahan masalah,” jelasnya.
“Tantangan utama dari para murid kita sering kali bukan pada kompleksitas materi, melainkan pada kemampuan mentransformasikan masalah kontekstual ke dalam model atau persamaan matematika,” jelasnya.
Toni menambahkan, pelibatan pemerintah daerah juga semakin diperluas dalam penyusunan soal dan analisis hasil TKA.
“Hasil TKA ini selain disajikan di dalam bentuk sertifikat hasil individu, juga nanti akan disampaikan dalam bentuk analisis capaian akademik per satuan pendidikan, Kabupaten/Kota, Provinsi, maupun secara nasional,” ungkapnya.
Selain itu, Toni memaparkan jadwal pelaksanaan TKA di jenjang SMP dan SD.
“Untuk pelaksanaan TKA SMP/MTS, paket B dan sederajat itu di rentang 13-23 April. Sedangkan untuk SD, 27 April, rentangnya itu,” tandasnya.
