Komisi X Rapat Bareng Kemendikti Saintek, Petakan Dampak Bencana Sumatera
8 Desember 2025 11:02 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Komisi X Rapat Bareng Kemendikti Saintek, Petakan Dampak Bencana Sumatera
Sejumlah perguruan tinggi hingga mahasiswa juga terdampak bencana Sumatera.kumparanNEWS

Komisi X DPR menggelar rapat bersama dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek), Senin (8/12). Rapat kali ini khusus membahas dampak yang dirasakan perguruan tinggi, mahasiswa, hingga dosen, usai banjir-longsor Sumatera.
Rapat dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti. Sementara, Kemendikti Saintek dihadiri oleh Wamen Fauzan dan Stella Christie.
"Agenda raker hari ini tunggal, yaitu penjelasan mengenai pemetaan dampak bencana pada pendidikan terkhusus di bawah Dikti Saintek serta langkah yang sedang dan akan dilaksanakan," kata My Esti membuka rapat.
My Esti mengatakan, data BNPB dampak bencana Sumatera, yakni 916 orang meninggal, 274 orang hilang, 4.200 orang luka, 697 fasilitas pendidikan rusak, dan 1.300 fasilitas umum rusak.
"Jumlah fasilitas pendidikan belum diketahui berapa jumlah perguruan tinggi yang mengalami kerusakan dan tingkat kerusakannya. Tentu kita harus bicara negeri dan swasta," jelas dia.
"Korban meninggal, hilang, dan luka, belum diketahui berapa jumlah mahasiswa yang terdampak, berapa jumlah mahasiswa yang kuliah di daerah lain yang berasal dari ketiga provinsi tersebut yang terdampak," tambah dia.
Politikus PDIP itu mengatakan, perlu identifikasi lebih detail terkait dampak bencana bagi pendidikan. Dia ingin memastikan penyelenggaraan pendidikan cepat pulih. Mahasiswa dan dosen cepat bisa menjalani belajar mengajar lagi.
Sejauh ini, data yang didapat Komisi X, yakni:
"Komisi X ingin mendapat penjelasan rinci berapa perguruan tinggi yang terdampak, termasuk rencana regulasi apa yang akan diberlakukan untuk menanganinya," kata dia.
My Esti juga ingin mendapatkan penjelasan dari mana dana yang dipakai Kemendikti Saintek untuk penanganan bencana ini. Sebab, dalam ABPN 2025, tidak ada anggaran untuk penanganan bencana.
Sampai saat ini, rapat masih berlangsung.
