Komunitas Foto Tebet Ngaku Sudah Damai dengan Pihak yang Merasa 'Dipungli'
21 Oktober 2025 12:36 WIB
·
waktu baca 2 menit
Komunitas Foto Tebet Ngaku Sudah Damai dengan Pihak yang Merasa 'Dipungli'
Dalam pertemuan pada Jumat (17/10) lalu, kedua pihak disebut sudah sepakat berdamai.kumparanNEWS

Koordinator Komunitas Fotografer Tebet, Hadi Pranoto menyebut, pihaknya telah bertemu dengan fotografer berinisial AM (34) yang sempat merasa ditegur oleh anggota komunitasnya saat memotret di Tebet Eco Park, Jakarta Selatan.
Dalam pertemuan pada Jumat (17/10) lalu, kedua pihak sudah sepakat berdamai.
“Saya baru bertemu saudara AM saat menyelesaikan masalah ini di Plaza Festival. Kami sudah bertemu dan bersalaman. Sudah clear,” kata Hadi kepada wartawan di Tebet Eco Park, Selasa (21/10).
Di hari yang sama, Hadi mengaku sempat mengundang AM untuk bertemu di kantor pengelola taman, namun pertemuan itu batal karena AM tidak hadir.
Meski begitu, Hadi tetap datang dan menjelaskan duduk perkara kepada pihak pengelola dan keamanan.
“Setelah kejadian ini, kami tetap diperbolehkan beraktivitas oleh pengelola, tapi dengan pembatasan tertentu untuk menjaga ketertiban,” ujar Hadi.
Ia juga menegaskan, tidak ada larangan bagi siapa pun untuk memotret di taman. Baik itu warga biasa, maupun fotografer lain yang datang dari komunitas berbeda.
“Bagi siapa pun yang ingin memotret, termasuk fotografer luar atau masyarakat umum dengan kamera profesional, silakan. Tidak ada pungutan apa pun,” katanya.
Pakai Nama Tebet Eco Park Untuk Branding
Hadi juga menjelaskan alasannya menggunakan nama Tebet Eco Park untuk komunitas fotonya. Ia mengatakan, nama itu dipakai sebagai identitas komunitas di media sosial.
Menurut Hadi, mereka mengambil nama Tebet Eco Park tanpa izin penggunaan nama dari pengelola taman.
“Taman tidak tahu kami menggunakan nama ‘Tebet Eco Park’. Kami hanya diizinkan motret saja. Karena kami motret di Tebet Eco Park, ya sudah kami bikin aja ‘Tebet Eco Park’, biar terbangun branding,” katanya.
Setelah mendapat teguran dari pihak platform marketplace dokumentasi personal FotoYu dan pengelola taman, kata Hadi, komunitas langsung mengubah nama akun komunitas tersebut menjadi Jak Pro.
“Sekarang jadi Jak Pro, tapi enggak bisa diakses lagi di FotoYu. Jadi udah enggak ada nama komunitas,” ujarnya.
