Kondisi Terkini Korban Atap Ambruk SMKN 1 Cileungsi: 5 Siswa Masih Dirawat di RS

11 September 2025 13:19 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Terkini Korban Atap Ambruk SMKN 1 Cileungsi: 5 Siswa Masih Dirawat di RS
Atap SMK 1 Cileungsi ambruk dan menimpa sejumlah siswa serta guru.
kumparanNEWS
Atap kelas yang ambruk di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (11/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Atap kelas yang ambruk di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (11/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Kepala Sekolah SMKN 1 Cileungsi, Meisye Yeti, memastikan sebagian besar korban atap ambruk di sekolah tersebut sudah kembali pulang. Sementara beberapa siswa masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Musibah ini terjadi pada ruang kelas yang menampung siswa kelas 11 dan 12. Korban luka terdiri dari 31 murid serta 2 guru, salah satunya sedang hamil lima bulan.
“Kondisi terkini Alhamdulillah sudah pada pulang. Tapi masih ada yang perawatan sesuai diobservasi. Di Rumah Sakit Thamrin (Radjak Hospital Cileungsi) dan juga di RSUD Ciawi. Semua difasilitasi oleh sekolah dan pemerintah daerah,” kata Meisye saat ditemui di lokasi, Kamis (11/9).
Dari total siswa yang masih dirawat, lima berada di RS Thamrin, satu di RS Ciawi, sedangkan yang lain sudah pulang. Semua korban mengalami luka ringan dan masih dalam pengawasan medis.
“Masih dirawat di RS juga. Ada 5 di RS Thamrin. Yang di Merry sudah pulang, 1 lagi di RS Ciawi. Korban murid ada 31, guru 2 orang, ada yang lagi hamil juga pas ngajar tuh lima bulan. Makanya dia trauma,” jelas Meisye.
Kepala Sekolah SMKN 1 Cileungsi, Meisye Yeti, saat ditemui di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (11/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Ia menambahkan, pihak sekolah sudah mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk memberikan penjelasan dan memastikan koordinasi terkait kondisi anak-anak.
“Sudah, sudah ada pertemuan tadi dari jam 08.00. Ini baru selesai nih pertemuan dengan orang tua. Alhamdulillah orang tua, karena ini musibah, orang tua itu, mau apa lagi. Seperti itu yang jelas ini sebagai atensi juga bagi pihak sekolah,” ujar Meisye.
Selain itu, Meisye menjelaskan pihaknya akan meninjau kondisi seluruh bangunan untuk mengetahui mana yang rusak ringan atau berat.
“Saya sebagai penanggung jawab sekolah harus betul-betul bagaimana melihat kondisi fisik ruangan seperti apa. Apa lagi ruangan ini kan sudah 10 tahun ya, 2015-2025 gitu kan seperti itu,” jelas Meisye.
“Dan saya juga suka koordinasi konsultasi dengan pihak PUPR Kabupaten Bogor. Untuk menilai bangunan-bangunan mana aja sih yang rusak ringan atau ada rusak berat gitu kan ya. Atau pemeliharaannya seperti itu,” tambahnya.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menjenguk siswa SMKN 1 Cileungsi yang menjadi korban insiden atap ambruk di Radjak Hospital Cileungsi, Kamis (11/9). Dok. Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Meisye memastikan proses pembelajaran akan tetap berjalan menggunakan kombinasi daring dan luring, dengan memanfaatkan tenda bantuan dari Kemendikdasmen, masjid, perpustakaan, dan ruang terbuka di sekitar sekolah.
“Untuk luring kita menggunakan tenda yang sudah diberikan Kementerian. Alhamdulillah ini semalam bantuan dari kementerian, luar biasa gitu kan ya. Dan nanti juga Pak Menteri (Abdul Mu’ti) mau ke sini. Dia akan memberikan bantuan juga untuk anak-anak yang terdampak. Ini akan difungsikan sebagai pembelajaran juga. Tenda ini juga ada 3 tenda, ini mudah-mudahan cukup,” kata Meisye.
“Kita juga ada masjid juga, bisa di masjid. Pembelajaran bisa di perpustakaan. Anak-anak biasanya senangnya di bawah pohon rindang. ‘Enak dingin bu, adem’, jadi bisalah. Apa lagi dengan kurikulum merdeka dulu, di mana saja gitu kan ya. Tidak ada mengenal ruang dan waktu untuk pembelajaran seperti ini,” pungkasnya.
Atap kelas yang ambruk di SMKN 1 Cileungsi, Kabupaten Bogor, Kamis (11/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Trending Now