Kondisi Terkini Sumpur, Tanah Datar, Usai Banjir Bandang: Warga Butuh Irigasi

2 Januari 2026 13:45 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi Terkini Sumpur, Tanah Datar, Usai Banjir Bandang: Warga Butuh Irigasi
Warga Tanah Datar di Sumbar, berharap ada perbaikan irigasi agar sawah bisa segera produksi.
kumparanNEWS
Sejumlah alat berat di lokasi bencana di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang juga terkena banjir bandang pada Jumat (2/1). Foto: Abid Raihan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah alat berat di lokasi bencana di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang juga terkena banjir bandang pada Jumat (2/1). Foto: Abid Raihan/kumparan
Banjir bandang turut menerjang kawasan Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, pada November 2025. Bencana di sana terjadi serentak dengan Sumatera Utara dan Aceh.
kumparan menyambangi tepian sungai yang diterjang bencana di kawasan itu pada Jumat (2/1). Tampak, jalanan sepanjang kurang lebih 300 meter tergerus oleh air, jadi berbentuk seperti sungai yang kering dan berkontur lebih rendah dari tanah yang selamat.
Bebatuan yang terbawa aliran sungai pun memenuhi tanah yang dulunya adalah jalanan untuk akses warga ke sawah itu. Kini, kawasan itu belum bisa dilewati kendaraan.
Selain jalanan yang menghilang, tampak sejumlah pohon tumbang akibat terkena banjir bandang itu. Pohon-pohon tersebut tercabut dari akarnya.
Kondisi efek bencana di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang juga terkena banjir bandang pada Jumat (2/1). Foto: Abid Raihan/kumparan
Sementara, tampak ekskavator hasil swadaya masyarakat tengah dikerahkan untuk menormalisasi sungai. Warga juga membentuk tanggul seadanya menggunakan bebatuan agar luapan air yang menyusul tak mengarah ke sawah warga.
Betra, salah satu warga yang ditemui bercerita, saat kejadian, hujan tak berhenti selama tiga hari. Debit air yang datang dalam sehari pun ia perkirakan sejumlah debit air untuk satu bulan.
β€œYa kalau diperkirakan curah debit air itu satu hari buat normalnya satu bulan,” ucap Betra.
Kondisi efek bencana di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang juga terkena banjir bandang pada Jumat (2/1). Foto: Abid Raihan/kumparan

Harapan Warga Terdampak

Ia menjelaskan, saat itu warga sempat tak bisa keluar dari kawasan itu. Sementara beberapa rumah hanyut dengan banjir bandang yang datang.
β€œSebentar itu (terisolasi). Tapi ya rumah yang hanyut ya direlokasi,” ucap Betra.
Betra berharap, pemulihan pascabencana bisa dilakukan secara cepat. Ia mau, petani yang kehilangan aliran irigasi bisa kembali mendapatkan sumber air untuk tanamannya.
β€œYa harapannya cepat diperbaiki lah seperti semula. Kalau gak semula pokoknya cepat perbaikin biar lancar lagi jalan-jalannya,” ucap Betra.
β€œYang paling berdampak kayak jalur irigasi itu. Jadi sekarang bantuan (diminta) cepat untuk perairan sawah. Soalnya itu bisa dibilang mata pencaharian masyarakat sini,” tandasnya.
Kondisi efek bencana di Nagari Sumpur, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat yang juga terkena banjir bandang pada Jumat (2/1). Foto: Abid Raihan/kumparan
Trending Now