Korban Penyiraman Air Keras di Tangsel Sempat Bubarkan Konvoi Remaja

27 November 2025 15:43 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Korban Penyiraman Air Keras di Tangsel Sempat Bubarkan Konvoi Remaja
Polisi mengungkap dugaan motif penyiraman air keras kepada ayah dan anak di Tangsel.
kumparanNEWS
Ilustrasi air keras Foto: flickr
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi air keras Foto: flickr
Polisi masih menyelidiki kasus penyiraman air keras yang menimpa ayah dan anak berinisial GS (57) dan RA (20) di Pamulang, Tangerang Selatan. Kedua korban mengalami luka bakar akibat perbuatan orang tidak dikenal tersebut.
Motif penyiraman itu diduga dipicu oleh teguran korban kepada sekelompok remaja untuk membubarkan diri. Para pelaku disebut tengah konvoi sepeda motor dan berpapasan dengan korban sebelum insiden terjadi.
"Korban saat itu sedang melintas, waktu lewat itu karena ada bahasa bubar, akhirnya disiramlah oleh mereka," ujar Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Wawan Doddy Irawan, Kamis (27/11).
Menurut Wawan, dalam penyelidikan polisi, tidak ada tawuran di wilayah itu. Para pelaku juga dipastikan bukan gangster seperti yang sempat dispekulasikan.
"Tapi segerombolan anak-anak muda yang naik motor. Dugaan ada yang masih remaja. Bukan gangster," jelasnya.
Polisi telah memeriksa empat saksi terkait kasus ini. Rekaman CCTV juga telah dikumpulkan. Identitas mereka telah diketahui.
"Sudah diketahui. Sudah kita pegang terkait identitasnya," ujarnya.
Para pelaku kini dalam pengejaran polisi. β€œKemungkinan dekat ini mungkin kita bisa amankan terkait yang diduga pelaku,” tutur Wawan.

Kondisi Korban

Penyiraman air keras itu terjadi di Jalan Aria Putra, Kelurahan Kedaung, Pamulang, Tangsel, pada Selasa, 18 November 2025 sekitar pukul 01.00 WIB. Saat itu korban sedang melintas di jalan tersebut menggunakan sepeda motor bersama dengan anaknya untuk pulang ke rumah.
Akibatnya korban mengalami luka bakar. Mereka sempat dirawat di Rumah Sakit Umum (RSU) Tangsel.
"Luka bakar sekitar 5 persen," ungkap Kepala Bidang Pelayanan Medis RSU Tangsel, Lana Marita.
Pihak rumah sakit memastikan bahwa kedua korban telah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan.
"Masih kontrol ke poli mata," ujar Lana.
Trending Now