Korban Tewas Longsor Tambang Cirebon: Pemecah Batu hingga Kuli Angkut
1 Juni 2025 18:59 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Korban Tewas Longsor Tambang Cirebon: Pemecah Batu hingga Kuli Angkut
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni mengungkap korban tewas longsor galian C tambang Gunung Kuda, Cirebon adalah para pekerja pemecah batu dan kuli angkut.kumparanNEWS

Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Sumarni mengungkap korban tewas longsor galian C tambang Gunung Kuda, Cirebon adalah para pekerja pemecah batu dan kuli angkut.
βTerkait pekerja tambang itu rata-rata korban yang meninggal dunia ini adalah pemecah batu dan kuli yang memuat batu ke truk,β kata Sumarni di Cirebon, Jawa Barat pada Minggu (1/6).
Sumarni mengatakan, korban itu bukan pegawai dari pengelola tambang Koperasi Pondok Pesantren Al Azhariyah. Namun, pekerja lepas yang menambang di sana.
βJadi bukan karyawan dari koperasi tersebut ya, tapi adalah warga masyarakat yang bekerja memecah batu dan memuat pecahan batu tersebut ke pembeli. Jadi yang membayar si pekerja ini adalah pembeli. Driver yang ditugaskan untuk membawa, jadi membayarnya adalah pembelinya,β jelasnya.
Sementara itu, Sumarni menyebut sudah menetapkan dua orang tersangka atas kejadian tersebut. Dua orang itu berinisial AK dan AR sebagai Ketua Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Al Azhariyah dan Kepala Teknik Tambang (KTT) Kopontren Al Azhariyah.
Mereka ditetapkan sebagai tersangka lantaran dianggap tidak mengindahkan surat peringatan yang dikeluarkan oleh Kantor Cabang Dinas ESDM VII Cirebon bahwa aktivitas pertambangan tersebut berbahaya.
βTersangka AR sesuai dengan arahan tersangka AK tetap melaksanakan kegiatan operasional pertambangan dengan tidak mengindahkan keselamatan dan kesehatan kerja atau K3. Akibat dari pelaksanaan kegiatan pertambangan tersebut menyebabkan terjadinya longsor sehingga menimbulkan korban jiwa yang sampai saat ini sudah ditemukan 19 orang,β paparnya.
Longsor di tambang batu galian C Gunung Kuda terjadi pada Jumat (30/5). Penyebab longsor berasal dari kesalahan dalam metode penambangan.
Tim gabungan yang terdiri dari Polisi, TNI, dan relawan terus melakukan pencarian korban. Namun, proses evakuasi menghadapi tantangan karena kondisi tanah yang labil dan adanya longsor susulan.
