Korut Bantah Singkirkan Pengeras Suara Propaganda di Perbatasan
14 Agustus 2025 15:09 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Korut Bantah Singkirkan Pengeras Suara Propaganda di Perbatasan
Korut membantah telah menyingkirkan pengeras suara propaganda di wilayah perbatasan seperti yang diklaim Korsel. kumparanNEWS

Korsel menyebut Korut telah menyingkirkan pengeras suara propaganda di wilayah perbatasan. Namun, klaim Korsel itu dibantah oleh Korut.
"Kami tidak pernah menyingkirkan pengeras suara yang dipasang di wilayah perbatasan dan kami tidak berniat untuk menyingkirkannya," kata adik pemimpin tertinggi Korut Kim Jong-un, Kim Yo-jong, dalam keterangan yang dilaporkan kantor berita KCNA.
"Korsel baru-baru ini mencoba menyesatkan opini publik dengan mengatakan bahwa tindakan baik dan kebijakan peredaannya ditanggapi, serta menciptakan opini publik bahwa hubungan Kirut-Korsel sedang dipulihkan," katanya lagi, dikutip dari AFP, Kamis (14/8).
"Kami telah mengklarifikasi beberapa kali bahwa kami tidak punya keinginan untuk memperbaiki hubungan dengan Korsel, dan pendirian serta sudut pandang konklusif ini akan ditetapkan dalam konstitusi kami di masa depan," lanjutnya.
Pernyataan ini dirilis jelang latihan gabungan militer Korsel dan AS yang rencananya akan digelar pada 18-28 Agustus mendatang.
"Terlepas apakah Korsel menyingkirkan pengeras suara atau tidak, menghentikan siaran [propaganda] atau tidak, menunda latihan militer atau tidak dan mengurangi skalanya atau tidak, kami tidak peduli dan tidak tertarik," ujar Kim Yo-jong.
Tanggapan Korsel terhadap pernyataan Kim Yo-jong tetap diplomatis. Pemerintah Korsel menyatakan akan tetap mengupayakan langkah-langkah normalisasi dan stabilisasi dengan Korut.
"Selama tiga tahun terakhir, hubungan antar-Korea telah terkunci dalam kebuntuan garis keras. Untuk mengubahnya menjadi periode dialog dan keterlibatan, kami harus menghadapi situasi ini dengan tenang dan perspektif jangka panjang," kata pejabat dari Kementerian Unifikasi Korsel kepada wartawan.
Hubungan Korsel dan Korut memburuk dalam beberapa tahun terakhir. Tahun lalu, Korut mengirim ribuan balon yang berisi sampah ke Korsel. Balon berisi sampah itu merupakan tindakan balasan atas balon propaganda anti-Korut yang dikirim aktivis Korsel.
Korsel kemudian menyalakan pengeras suara siaran propaganda untuk pertama kalinya dalam 6 tahun terakhir -- termasuk menyiarkan lagu K-Pop dan berita internasional. Sebagai balasannya, Korut juga mulai menyiarkan suara-suara aneh di sepanjang perbatasan yang meresahkan penduduk Korsel.
Menyiarkan propaganda lewat pengeras suara merupakan taktik yang dilakukan sejak Perang Korea.
Peluang Memperbaiki Hubungan Korsel-Korut Semakin Kecil
Profesor di Kyungnam University, Lim Eul-chul, mengatakan pernyataan terbaru Kim Yo-jong pada dasarnya menghilangkan peluang untuk memperbaiki hubungan antar-Korea atau hubungan AS-Korut.
Lim menyebut pernyataan Kim Yo-jong itu sebagai sertifikat kematian. Ia mengatakan, sikap Kim Yo-jong terhadap Korsel sudah mengeras sejak Juli saat dia mengatakan Korut tidak tertarik berdialog dengan Korsel.
"Korut kini tampaknya tidak hanya menolak berdialog, tapi juga [menyatakan] tidak mungkin berdialog dengan AS dan Korsel," kata Lim.
Sementara presiden University of North Korean Studies, Yang Moo-jin, mengatakan pesan Kim Yo-jong memberikan kesan bahwa segala usaha untuk meredakan ketegangan kedua negara akan diabaikan.
"Waktunya -- empat hari sebelum dimulainya latihan gabungan Korsel-AS -- menandakan bahwa Pyongyang mungkin beralih ke unjuk kekuatan militer intensitas tinggi seperti peluncuran rudal balistik atau latihan serangan nuklir taktis.
Korut selalu menyebut latihan gabungan AS-Korsel sebagai latihan untuk invasi. AS menempatkan sekitar 28.500 pasukan di Korsel dan sering menggelar latihan gabungan.
Korsel dan Korut secara teknis masih berperang karena Perang Korea 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan kesepakatan perdamaian.
