KP2MI Mulai Data Minat 300 Ribu Lulusan SMK Buat Ikut SMK Go Global
2 Desember 2025 13:58 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
KP2MI Mulai Data Minat 300 Ribu Lulusan SMK Buat Ikut SMK Go Global
Kementerian P2MI terus menyiapkan pelaksanaan program SMK Go Global.kumparanNEWS

Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) tengah memetakan minat lulusan SMK yang akan mengikuti program SMK Go Global.
Menteri P2MI Mukhtarudin mengatakan survei peminatan menjadi langkah penting untuk mengetahui arah minat peserta, termasuk negara tujuan dan sektor pekerjaan yang ingin dimasuki.
βSurvei perminatan bagi para pekerja migran maunya ke mana, sektornya apa, kami sedang berjalan survei sekarang,β ujar Mukhtarudin di Kantor Kementerian P2MI, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (2/12).
βItu kita lagi proses pendataan minat. Pendataan minat dari 300 ribu itu sudah kita sosialisasi, sudah berjalan. Sosialisasi sedang running baik ke SMK-SMK-nya maupun ke pemerintah daerahnya,β jelasnya.
Menurut dia, proses profiling wilayah dan sebaran peserta juga sedang dilakukan untuk memetakan kebutuhan dan minat secara spesifik.
βInsyaAllah mungkin dalam Januari awal atau Januari pertengahan sudah ter-profiling dengan baik. Dan KP2MI sudah melakukan survei,β ujarnya.
Mukhtarudin mengatakan, survei masih terus berjalan. Belum ada data detail soal bidang pekerjaan dari lulusan SMK di luar negeri yang mereka inginkan.
βSaya belum cek datanya ya. Tapi kita sedang survei sekarang minat, tapi kebanyakan sih hospitality yang banyak,β ucapnya.
Program SMK Go Global merupakan program yang diinisiasi Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) untuk membuka kesempatan kerja di luar negeri bagi lulusan SMK dan sederajat.
Program ini dirancang agar lulusan SMK dapat bersaing dan bekerja secara profesional di berbagai sektor luar negeri sekaligus memenuhi kebutuhan tenaga kerja internasional di sejumlah negara. Melalui program itu, pemerintah akan memberi dukungan subsidi pelatihan serta pembekalan bahasa bagi para peserta.
Untuk tahap awal, ada 500 lulusan SMK yang akan berangkat ke luar negeri pada akhir 2025. Ada 3 negara tujuan, yakni Slovakia, Turki, dan Jepang.
Mereka yang berangkat ke luar negeri sudah dibekali kemampuan sesuai dengan kebutuhan di negara itu, misalnya welder, hospitality, sama caregiver, perawat, hingga pekerja konstruksi.
