Kronologi Penculikan-Pembunuhan Alvaro Kiano oleh Ayah Tirinya
25 November 2025 3:00 WIB
·
waktu baca 2 menit
Kronologi Penculikan-Pembunuhan Alvaro Kiano oleh Ayah Tirinya
Kasus hilangnya Alvaro Kiano, bocah 6 tahun yang kemudian ditemukan tinggal kerangka, akhirnya terungkap setelah polisi menetapkan ayah tirinya, Alex Iskandar, sebagai tersangka.kumparanNEWS

Kasus hilangnya Alvaro Kiano, bocah 6 tahun yang kemudian ditemukan tinggal kerangka, akhirnya terungkap setelah polisi menetapkan ayah tirinya, Alex Iskandar, sebagai tersangka.
Kerangka Alvaro ditemukan di Kali Cirewed, Kabupaten Bogor, pada Minggu (23/11).
Berikut kronologi kasus tersebut
6 Maret 2025
Alvaro Kiano diculik ayah tirinya. Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa di tanggal itu pembunuhan terjadi.
Alex Iskandar diketahui menjemput Alvaro di salah satu masjid di Bintaro, Pesanggrahan. Polisi mengungkap adanya dorongan emosional dan niat balas dendam.
Jenazah Alvaro kemudian dibungkus tas plastik hitam dan disimpan di garasi rumah.
7 Maret 2025
Kakek Alvaro melapor ke Polsek Pesanggrahan. Laporan ini ditindak lanjuti dan dilakukan penyelidikan.
9 Maret 2025
Pada 9 Maret malam, Alex membawa jenazah Alvaro ke kawasan Tenjo, Bogor.
“Dan itu diakui oleh tersangka. Lalu, pada tanggal 9 Maret 2025, jenazah itu dibuang menggunakan mobil ke daerah Tenjo,” ujar Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan, AKBP Ardian Satrio Utomo, Senin (24/11).
Maret–November 2025
Selama delapan bulan, polisi terus mengumumkan pencarian Alvaro Kiano melalui media sosial. Polisi melakukan olah TKP, memeriksa saksi, menelusuri rekam digital, hingga mengecek Sukabumi, Batam, serta mengklarifikasi ayah kandung Alvaro di Lapas Cipinang.
Penyelidikan kemudian mengerucut pada Alex Iskandar. Dari ponselnya ditemukan kalimat bernada dendam seperti “gimana caranya gue balas dendam” yang muncul berulang kali.
Adanya aksi kunci memperkuat dugaan keterlibatan Alex.
21 November 2025 Malam
Polisi menangkap Alex Iskandar di rumahnya di Tangerang, Banten.
24 November 2025
Dua hari setelah ditangkap, Alex ditemukan tewas bunuh diri di ruang konseling tahanan.
Menurut keterangan polisi, sekitar pukul 06.00 WIB Alex meminta izin ke toilet dan mengganti celana. Sekitar pukul 06.30–09.00, rekannya melihat Alex sudah dalam posisi gantung diri lewat bilah kaca di pintu.
Jenazah Alex diperiksa di RS Polri Keramat Jati, ditemukan pola sesuai dengan kasus gantung diri.
24 November 2025
Pada Senin (24/11) dini hari, potongan tulang dan pakaian Alvaro tiba di RS Polri Kramat Jati untuk pemeriksaan
Rumah sakit menerima dua kantong: satu berisi pakaian (kemeja lengan panjang putih dan celana pendek), dan satu berisi potongan tulang belulang.
Ibu Alvaro juga melakukan test DNA pada hari ini setelah ia pulang dari luar negeri.
Di hari yang sama, polisi menyampaikan bahwa hasil pra-rekonstruksi serta kecocokan barang bukti menguatkan penetapan Alex Iskandar sebagai pelaku penculikan dan pembunuhan Alvaro Kiano.
