Kronologi Turis China Muntah-Diare lalu Tewas di Hostel, Bali
24 November 2025 16:21 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Kronologi Turis China Muntah-Diare lalu Tewas di Hostel, Bali
Kronologi turis China Deqing Zhuoga yang tewas di hostel Canggu setelah mengalami muntah-diare. Tak hanya Deqing, 6 turis lain yang mengingap di hostel tersebut juga mengalami gejala serupa.kumparanNEWS

Backpacker asal China, Deqing Zhuoga (perempuan, 25 tahun), ditemukan tewas di sebuah ostel di Canggu, Bali, Selasa (2/9) sekitar pukul 11.00 WITA. Deqing sempat mengalami diare dan muntah sebelum tewas.
Gejala yang sama juga dialami 6 turis lain yang menginap di sana. Para turis ini dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Mereka kini dinyatakan sembuh.
Mereka adalah WN China bernama Mingmin Lei (perempuan, 37 tahun), WN Jerman Melanie Irene (perempuan, 22 tahun) dan WN Jerman Alisa Kokonozi (perempuan, 22 tahun).
WN Arab Saudi Alahmadi Yousef Mohammed (laki-laki, 26 tahun), WN Filipina Cana Clifford Jay (laki-laki, 27 tahun) dan WN China Zhou Shanshan (perempuan, 29 tahun).
Berikut kronologi tewasnya Deqing Zhuoga:
12 Agustus 2025
Polisi mencatat Deqing check in ke kamar hostel pada 12 Agustus 2025. Berdasarkan hasil penyelidikan, Deqing hanya satu kali makan di hostel, yaitu usai mendaftar atau check in.
"Bahwa berdasarkan data yang ada di petugas resepsionis, Deqing tidak pernah memesan makanan di hostel. Deqing hanya pernah makan di hostel Clandestino sebanyak 1 kali saja yakni di tanggal 12 Agustus 2025, saat pertama kali menginap," kata Pejabat Sementara (PS) Kasubsipenmas Polres Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Jumat (21/11).
1 September 2025
โข Pukul 20.00 WITA
Deqing mengeluh sakit kepala dan punggung ke resepsionis.
โข Pukul 20.15 WITA
Deqing kembali mengeluh ke resepsionis. Karyawan mengecek Deqing ke kamar. Karyawan menemukan Deqing dalam kondisi lemas dan muntah. Karyawan menawarkan makanan tapi Deqing menolak. Deqing meminta pisang dan air untuk dikonsumsi.
โข Pukul 23.30 WITA
Karyawan kembali mengecek kondisi Deqing ke kamar. Karyawan menemukan kondisinya semakin lemas sehingga membawa Deqing ke klinik menggunakan transportasi online.
โข Pukul 00.30 WITA
Deqing tiba di klinik namun menolak dirawat karena tak punya biaya. Besar biaya perawatan sekitar Rp 3 juta. Deqing diberikan resep obat oleh dokter. Deqing membeli di apotek dan kembali ke hostel bersama karyawan.
โข Pukul 01.00 WITA
Deqing tiba di hostel. Deqing mengkonsumsi obat lalu beristirahat.
2 September 2025
โข Pukul 06.00 WITA
Teman satu kamar Deqing, bernama Lei Mingmin menggigil. Lei Mingmin dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Menurut polisi ada 5 turis lainnya dilarikan ke rumah sakit karena mengalami gejala diare dan muntah.
โข Pukul 11.00 WITA
Karyawan menemukan Deqing dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar hostel.
24 November 2025
Polisi mengungkapkan dari hasil pemeriksaan, seluruh korban mengalami gejala sakit yang sama yaitu muntah dan diare. Belum diketahui asal muasal gejala ini karena para turis yang sembuh sudah meninggalkan hostel dan Bali.
Polisi saat ini masih menyelidiki kebersihan lingkungan pada hostel.
Di sisi lain, Dinkes Badung menyatakan, kondisi hostel dihuni banyak orang. Para temu juga menggunakan kamar mandi bersama. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penularan penyakit apabila kebersihan tidak optimal.
Namun, Dinkes menegaskan bahwa analisis ini bersifat indikatif dan bukan penetapan penyebab pasti, karena penyebab hanya dapat dipastikan melalui pemeriksaan laboratorium pada pasien. Dinkes tak bisa melakukan pemeriksaan atau pengambilan sampel lebih lanjut karena para turis itu sudah meninggalkan Bali.
Sementara itu, Dokter Forensik RSUP Prof IGNG Ngoerah, dr. Kunthi Yulianti mengatakan, tidak bisa menyimpulkan penyebab kematian korban secara pasti. Namun, berdasarkan hasil autopsi, korban diduga meninggal karena mengidap penyakit iritasi saluran pencernaan.
"Saya menyimpulkan bahwa secara pasti sebab kematian ini memang masih abu-abu tapi secara pemeriksaan makroskopi saya dari autopsi bahwa sebab kematian karena iritasi saluran pencernaan yang menimbulkan diare dan mengakibatkan kekurangan cairan dan elektrolit tidak dapat disingkirkan," katanya saat jumpa pers di Halaman Polres Badung, Senin (24/11).
