KSAD: Prajurit Kerja Pagi, Siang, Malam, demi Kejar Pemulihan Sumatera

29 Desember 2025 11:46 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
KSAD: Prajurit Kerja Pagi, Siang, Malam, demi Kejar Pemulihan Sumatera
Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan prajurit TNI AD bekerja tanpa henti pagi, siang, hingga malam untuk mempercepat pemulihan dampak bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh.
kumparanNEWS
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan keterangan pers pemulihan dan rencana strategis bencana Sumatera di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memberikan keterangan pers pemulihan dan rencana strategis bencana Sumatera di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). Foto: Youtube/Sekretariat Presiden
Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan prajurit TNI AD bekerja tanpa henti pagi, siang, hingga malam untuk mempercepat pemulihan dampak bencana di Sumbar, Sumut, dan Aceh. Khususnya untuk pemulihan jembatan sebagai infrastruktur yang vital.
Hal itu disampaikan Maruli saat konferensi pers perkembangan penanggulangan bencana Sumatera di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12).
Prajurit TNI membantu warga saat melewati Jembatan Bailey Awe Geutah yang baru selesai dibangun setelah sebelumnya putus akibat bencana banjir bandang di Bireuen, Aceh, Kamis (18/12/2025). Foto: Irwansyah Putra/ANTARA FOTO
β€œUntuk mempercepat pekerjaan ini, kita lakukan tiga shift. Jadi anggota kita bekerja pagi, siang, malam. Kalau tidak bekerja seperti ini, saya kira tidak akan mencapai target yang seperti kita dapatkan pada hari ini,” ujar Maruli yang juga merupakan Kasatgas Pembangunan Jembatan itu.
Maruli mengakui proses pengerjaan di lapangan tidak mudah, terutama karena akses dan kondisi infrastruktur yang rusak.
Prajurit Batalyon TP 897/Singalang menggotong jenazah korban meninggal akibat banjir bandang di Nagari Salareh Aia Timur, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Senin (1/12/2025). Foto: Wahdi Septiawan/ANTARA FOTO
β€œUntuk jembatan ini memang agak rumit karena setelah ada laporan, kami harus survei,” jelasnya.
β€œSetelah survei, apa jembatan yang paling sesuai? Kami cari jembatan apa yang ini harus dikirim dari Jakarta. Dari Jakarta sampai di pelabuhan, di jalan-jalan rusak, ada yang di jalan seminggu dan lain sebagainya,” ujarnya.
Personel TNI-Polri membangun jembatan darurat di Agam, Sumatera Barat. Foto: Bakom RI
Maruli juga menyampaikan, TNI AD terlibat aktif dalam berbagai upaya penanganan bencana, mulai dari pembangunan hunian sementara (huntara), penyediaan air bersih, hingga layanan kesehatan bagi warga terdampak.
β€œSaya selaku Komandan Satgas Jembatan, namun saya sedikit mengulas bahwa Angkatan Darat juga kami terus memonitor. Kami terus bekerja sama dengan seluruh kementerian, dengan BNPB, Huntara, air bersih terus kita jalankan, dengan Kemenkes, rumah sakit, Puskesmas,” kata dia.
Selain itu, TNI AD juga mendirikan pos-pos kesehatan dan mengerahkan tenaga medis ke lokasi bencana.
β€œKami juga ada pos-pos kesehatan, kami sudah mengirim banyak dokter yang dikoordinir oleh Mabes TNI dan juga yang lain mungkin sudah disinggung. Nah, kami semua eksis di sana,” ujarnya.
Trending Now