Kurangi Macet TB Simatupang, GT Fatmawati 2 Dibuka hingga Akhir Oktober 2025

21 September 2025 16:56 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
clock
Diperbarui 20 November 2025 14:35 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kurangi Macet TB Simatupang, GT Fatmawati 2 Dibuka hingga Akhir Oktober 2025
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang uji coba pembukaan Gerbang Tol Fatmawati 2 hingga akhir Oktober 2025. Langkah ini mengurangi kepadatan di TB Simatupang.
kumparanNEWS
Petugas kepolisian mengatur lalu lintas saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Fatmawati 2 kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Petugas kepolisian mengatur lalu lintas saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Fatmawati 2 kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang uji coba pembukaan Gerbang Tol Fatmawati 2 hingga akhir Oktober 2025. Keputusan ini diambil Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, setelah evaluasi lima hari terakhir menunjukkan hasil positif dalam mengurai kepadatan lalu lintas di kawasan tersebut.
"Ini (pembukaan gerbang tol) bisa dilanjutkan sampai akhir Oktober karena terbukti mampu mengurangi kemacetan," ujar Pramono dalam keterangannya dikutip Minggu (21/9).
Gerbang Tol Fatmawati 2 di Jalan R.A. Kartini kerap menjadi titik rawan macet, terutama pada jam sibuk.
Selama masa uji coba, akses tol ini dibuka secara gratis bagi pengguna jalan, sehingga volume lalu lintas di ruas Jalan TB Simatupang dan arteri R.A. Kartini berkurang.
Petugas kepolisian mengatur lalu lintas saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Fatmawati 2 kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Berdasarkan hasil evaluasi uji coba pada 15โ€“19 September 2025, tercatat volume kendaraan yang masuk melalui kanalisasi Gerbang Tol Fatmawati 2 mencapai 3.052 kendaraan, atau rata-rata 610 kendaraan per hari.
Pada periode 25โ€“29 Agustus 2025, volume lalu lintas rata-rata pada jam puncak di Jalan R.A. Kartini mencapai 3.774,81 smp/jam. Namun, selama uji coba, angka itu turun menjadi 3.127,44 smp/jam, atau menurun 17,15 persen.
Selain itu, hasil analisis juga mencatat:
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Senen, Jakarta Pusat, Senin (8/9/2025). Foto: Nasywa Athifah/kumparan
Secara keseluruhan, kinerja lalu lintas di kawasan TB Simatupangโ€“R.A. Kartini meningkat 18,65 persen.
Data tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap alternatif jalur yang lebih lancar sekaligus mengurangi penumpukan kendaraan di jalan arteri.
โ€œPembukaan akses gratis di Gerbang Tol Fatmawati 2 terbukti memberikan dampak nyata terhadap kelancaran lalu lintas,โ€ ungkap Pramono.
Kendaraan melintas saat pelaksanaan rekayasa lalu lintas di Gerbang Tol (GT) Fatmawati 2 kawasan Jalan TB Simatupang, Jakarta, Selasa (16/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Lebih lanjut, ia menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berperan dalam kelancaran lalu lintas di kawasan Jalan TB Simatupang dan sekitarnya.
Kepada para pengguna jalan, Pramono juga mengucapkan terima kasih atas kesabaran serta masukan yang diberikan kepada Pemprov DKI Jakarta demi terwujudnya lalu lintas Ibu Kota yang aman dan nyaman.
โ€œPemprov DKI berharap arus kendaraan di kawasan Jakarta Selatan semakin tertata dan kemacetan dapat berkurang secara signifikan,โ€ pungkas Pramono.
Trending Now