Layanan Psikologi di Posyandu dan 'Stress Release' Para Emak-emak
8 Oktober 2025 13:54 WIB
·
waktu baca 2 menit
Layanan Psikologi di Posyandu dan 'Stress Release' Para Emak-emak
Peserta konseling kebanyakan berusia 50-60 tahun, dan persoalan yang dibicarakan umumnya seputar rumah tangga.kumparanNEWS

Posyandu Mawar Kuning II, Gambir, Jakarta Pusat, kini membuka layanan konseling psikologis bagi warga sekitar. Ketua RT 009 Hartati, mengatakan kegiatan konseling membantu sejumlah warga, terutama perempuan dan lansia keluar dari tekanan mental akibat masalah keluarga.
Ini bak stress release bagi emak-emak.
Menurut Hartati, peserta konseling kebanyakan berusia 50-60 tahun, dan persoalan yang dibicarakan umumnya seputar rumah tangga. Meski demikian, dari pengamatan Hartati dalam beberapa bulan ke belakang, ada warga yang menunjukkan perubahan signifikan setelah mengikuti konseling.
Salah satunya, kata dia, seorang ibu rumah tangga berusia 40 tahun yang sebelumnya tertutup dan kerap menangis karena tekanan keluarga dan kondisi kesehatan.
“Tadinya kalau ketemu nangis, sekarang alhamdulillah sudah berubah. Sudah ada kemajuan, bisa diajak ngobrol lagi," cerita Hartati, Rabu (8/10).
Kegiatan konseling, kata Hartati, memberi dampak positif bagi warga yang mengalami tekanan. “Sekarang sudah mendingan, sudah mau keluar dari rumah, mukanya sudah segeran,” katanya.
Ketua Posyandu Mawar Kuning II sekaligus anggota PKK setempat Heti, menyatakan konseling ini diadakan sekali dalam setiap bulannya berdasarkan angka permintaan warga.
“Kita minta aja. Kalau warga sekitar sini mengadukan pengin konseling mengenai psikis dirinya, kita kadang-kadang menyarankan langsung ke puskesmas," kata Heti.
Menurut Heti, peserta konseling hanya berasal dari warga RW 1 yang terdiri atas tiga RT, yakni RT 7, 8, dan 9. Rata-rata peserta adalah lansia berusia sekitar 50-60an tahun.
“Rata-rata orang tua ya. Kalau anak muda penyuluhan, sosialisasi mengenai anak remaja, mengenai rokok,” katanya.
Ia menjelaskan, bentuk konseling dilakukan dengan konsultasi langsung dengan dokter. “Kalau ada yang stres atau gimana, langsung ke orangnya gitu, dokter sama orangnya. Kita enggak perlu tahu," tambahnya.
Menurutnya, isi pembicaraan antara pasien dan dokter bersifat pribadi. “Kalau stres gitu ya, biasanya mengenai keluarga. Tapi itu rahasia mereka,” ucapnya.
