Lebih 40 Mayat Terlihat di Jalanan Rio de Janeiro Sehari usai Perang Narkoba

29 Oktober 2025 19:27 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lebih 40 Mayat Terlihat di Jalanan Rio de Janeiro Sehari usai Perang Narkoba
Sehari sebelumnya polisi menyerang kartel narkoba di Rio de Janeiro.
kumparanNEWS
Sejumlah anggota polisi militer mengamankan pengedar narkobapada operasi melawan perdagangan narkoba di favela do Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). Foto: Aline Massuca/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah anggota polisi militer mengamankan pengedar narkobapada operasi melawan perdagangan narkoba di favela do Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). Foto: Aline Massuca/REUTERS
Lebih dari 40 mayat terlihat di jalanan kawasan kumuh Rio de Janeiro pada Rabu (29/10). Sehari sebelumnya, polisi menyerang kartel narkoba di sana.
Laporan awal menyebut serangan kepolisian ke dua kawasan kumuh di Rio menewaskan 64 orang. Belum diketahui apakah 40 mayat itu termasuk dari korban jiwa sebelumnya atau tidak.
Kepolisian Rio menyebut akan memberikan keterangan mengenai perkembangan berapa korban jiwa pada Rabu malam ini, seperti dikutip Reuters.
Berdasarkan kesaksian sejumlah warga, jenazah-jenazah itu sengaja dibawa oleh warga setempat ke jalanan. Mereka mencari kerabat dan saudara yang hilang saat penggerebekan.
Serbuan polisi di Rio de Janeiro terjadi beberapa pekan sebelum KTT COP30 di Brasil, yang membahas perubahan iklim.
Sejumlah warga menyaksikan anggota polisi militer membawa jenazah korban yang tewas pada operasi melawan perdagangan narkoba di favela do Penha, Rio de Janeiro, Brasil, Selasa (28/10/2025). Foto: Aline Massuca/REUTERS
Keterangan polisi, serbuan tersebut dilakukan 2.500 anggota bersenjata lengkap. Mereka juga mengerahkan kendaraan lapis baja, helikopter hingga drone.
Polisi mengatakan pperasi tersebut menyasar pengedar narkoba utama di Rio de Janeiro, yang berada kawasan kumuh atau dikenal dengan favela di sebelah utara kota itu.
Klaim polisi para pengedar narkoba membalas dengan menyerang menggunakan drone. Imbasnya warga terpaksa mencari tempat perlindungan dan menutup sejumlah bisnisnya.
Gubernur Rio de Janeiro, Claudio Castro, mengakui penggerebekan ini merupakan terbesar sepanjang sejarah negara bagian tersebut.
Pemerintah Pusat Brasil mengumumkan operasi itu bertujuan menghentikan kartel narkoba bernama Komando Merah memperluas kekuasaan.
Trending Now