Lebih dari Tempat Ibadah: Menyelami Keramahan Masjid Jogokariyan untuk Musafir
5 November 2025 15:10 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Lebih dari Tempat Ibadah: Menyelami Keramahan Masjid Jogokariyan untuk Musafir
Masjid Jogokariyan dikenal sebagai salah satu masjid yang ramah terhadap musafir. Di masjid ini disediakan tempat oleh takmir masjid bagi para musafir untuk tidur dan beristirahat.kumparanNEWS

Masjid Jogokariyan dikenal sebagai salah satu masjid yang ramah terhadap musafir. Di masjid ini disediakan tempat oleh takmir masjid bagi para musafir untuk tidur dan beristirahat.
Tak hanya terhadap musafir, Masjid Jogokariyan juga ramah bagi pekerja. Kerap pekerja mampir untuk melepas penat dan beristirahat di masjid.
"Ini masjid terbuka. Masjid buka 24 jam tidak ditutup kemudian ya kita jadikan masjid bukan hanya tempat beribadah saja tetapi pelayanan-pelayanan termasuk kalau ada yang musafir dan lain-lain bisa di sini," kata Pengurus Masjid Jogokariyan, Gita Welly Aryadi, ditemui, Rabu (5/11).
Salah satu lokasi untuk musafir menginap berada di aula lantai 3 masjid.
Pantauan kumparan, aula ini tampak bersih. Lantai tertutup karpet yang juga bersih. Musafir juga nyaman karena ruangan dilengkapi pendingin ruangan alias AC.
Gita mengatakan musafir perempuan ditempatkan di aula lantai 3 masjid. Lalu musafir laki-laki ditempatkan di selasar lantai 2 masjid.
"Jika lantai 3 digunakan acara diberi tempat di lantai 1. Di luar masjid yang tidak untuk salat," bebernya.
Selama tidak di titik area salat inti, musafir dipersilakan untuk beristirahat di masjid.
Gita mengatakan para pengurus Masjid Jogokariyan selalu berusaha seoptimal mungkin melayani siapa pun yang datang ke masjid.
"Salah satu tagline kami adalah pengurus masjid bukan penguasa masjid tetapi pelayan jemaah," ujarnya.
Untuk para musafir, terutama yang rombongan, Gita menyarankan ada konfirmasi ke admin terlebih dahulu jika hendak menginap. Dengan begitu, pengurus akan menyiapkan tempat jauh lebih baik.
"Sebaiknya konfirmasi dulu ke admin supaya kita bisa persiapkan dan tahu sebenarnya di hari itu ada jumlah tamu berapa," katanya.
Di lantai 3 juga ada kamar-kamar yang dijadikan hotel masjid.
"Jika ingin yang lebih nyaman kita ada hotelnya di lantai 3. Badan usaha milik masjid. Hasilnya pemanfaatannya untuk operasional masjid," tuturnya.
Selain musafir banyak pula masjid dari berbagai daerah datang ke Masjid Jogokariyan untuk studi banding.
Bambang, pengurus Masjid Jogokariyan di bidang kerumahtanggaan mengatakan musafir paling ramai di Bulan Ramadan.
"Ramadan jelas ramai itu. Hari-hari biasa pun juga ramai," kata Bambang.
