Lewat Program GEMPAR, Pemprov DKI Edukasi Warga Siaga Kebakaran
26 November 2025 15:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Lewat Program GEMPAR, Pemprov DKI Edukasi Warga Siaga Kebakaran
GEMPAR merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat agar bisa berperan aktif dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran dini di lingkungannya.kumparanNEWS

Kebakaran menjadi insiden yang bisa terjadi di mana saja, tak terkecuali di rumah. Faktornya pun bermacam-macam, mulai dari korsleting listrik hingga kebocoran gas.
Dampak dari musibah ini pun bisa diperparah dengan padatnya daerah penduduk. Di Jakarta sendiri, ada 598 kebakaran yang terjadi sepanjang tahun 2025.
Meningkatnya frekuensi kebakaran membuat Pemprov DKI Jakarta menginisiasi program GEMPAR (Gerakan Masyarakat Punya Alat Pemadam Kebakaran). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyebut, program ini merupakan bentuk edukasi kepada masyarakat agar bisa berperan aktif dalam mencegah dan menanggulangi kebakaran dini di lingkungannya.
"Saya telah menandatangani Ingub Nomor 5 Tahun 2025 tentang GEMPAR. Ini dilakukan karena kita tahu di Jakarta banyak sekali daerah yang padat penduduk, sehingga ketika terjadi kebakaran, alat pemadam kebakaran yang besar kerap kesulitan masuk ke wilayah tersebut. Untuk itu, kita perlu meningkatkan ketersediaan APAR di lingkungan padat penduduk," jelas Pramono beberapa waktu lalu.
Dalam implementasi program ini, masyarakat diimbau untuk memiliki alat pemadam api ringan (APAR) yang pengadaannya dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta. Saat ini, Pramono menyebut, jumlah eksisting APAR sudah mencapai 7.376 tabung dan akan terus ditambah agar setiap RT di Jakarta memilikinya.
"Saat ini, kami mendorong agar setiap RT memiliki APAR. Dengan demikian, ini akan menjadi modal awal yang luar biasa di Jakarta, terutama di daerah padat penduduk, seperti di tempat ini, Tambora, Taman Sari, Kramat Jati, dan sebagainya," terang Pramono.
Tak hanya mendorong setiap RT memiliki APAR, Pemprov DKI Jakarta juga menginstruksikan para ASN untuk mempunyai APAR. Salah satu wilayah yang sudah mengimplementasikannya yaitu Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.
Sebanyak 64 ASN di Kecamatan Ciracas sudah memiliki APAR. Sekretaris Kecamatan Ciracas, Abdul Khair, mengatakan, pihaknya akan melakukan sosialisasi agar penggunaan APAR bisa tepat dalam menangani kebakaran.
"Seluruh ASN di Kecamatan Ciracas sudah memiliki APAR. Kami akan terus melakukan sosialisasi agar masyarakat juga mendukung dan berpartisipasi dalam program GEMPAR ini,โ pungkas Abdul.
